Berita

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan/Net

Dunia

Bersama Rusia, Azerbaijan dan Armenia Sepakat Bangun Rel Kereta Api Bersama

KAMIS, 16 DESEMBER 2021 | 15:06 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Armenia dan Azerbaijan telah menyepakati pembangunan rel kereta api demi mengakhiri perselisihan akibat sengketa di wilayah Nagorno-Karabakh.

Diumumkan oleh Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan pada Kamis (16/12), Yerevan dan Baku akan membangun rel kereta api dengan rute Yeraskh-Julfa-Ordubad-Meghri-Horadiz.

"Pada pertemuan dengan Presiden Azerbaijan (Ilham Aliyev) di Brussel, kami mengulangi kesepakatan tentang pembangunan jalur kereta api Yeraskh-Julfa-Ordubad-Meghri-Horadiz," kata Pashinyan, seperti dikutip Sputnik.


Pashinyan mengatakan, kesepakatan tersebut dicapai dalam kerangka kerja trilateral tingkat wakil perdana menteri antara Armenia, Azerbaijan, dan Rusia.

Kesepakatan tersebut juga telah ditetapkan pada pertemuan di Sochi pada 26 November dengan mediasi dari Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel.

Michel sebelumnya mengatakan Uni Eropa akan memberikan bantuan ahli dalam demarkasi dan delimitasi perbatasan Armenia dan Azerbaijan.

Awal pekan ini, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga telah menyuarakan dukungan atas upaya untuk menormalkan hubungan antara Azerbaijan dan Armenia.

"Kami mendukung normalisasi hubungan antara Azerbaijan dan Armenia yanng keduanya merupakan mitra berharga bagi NATO," kata Stoltenberg.

Armenia dan Azerbaijan terlibat konflik jangka panjang setelah pertikaian hebat meletus di Nagorno-Karabakh pada September 2020. Situasi mereda ketika dua negara, dimediasi Rusia, mencapai gencatan senjata pada November di tahun yang sama.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya