Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

IMF: Selama Pandemi, Utang Global Membengkak Mencapai Rekor Sejak Perang Dunia II

KAMIS, 16 DESEMBER 2021 | 09:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pandemi Covid-19 bukan hanya menciptakan krisis kesehatan, namun juga ekonomi. Bahkan pembengkakkan utang global mencapai rekornya.

Menurut Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporannya pada Rabu (15/12), lonjakan utang global selama satu tahun pada 2020 merupakan yang terbesar sejak Perang Dunia II, yaitu meningkat menjadi 226 triliun dolar AS.

"Utang sudah meningkat menuju krisis, tetapi sekarang pemerintah harus menavigasi dunia dengan tingkat utang publik dan swasta yang tinggi, mutasi varian baru, dan inflasi yang meningkat," jelas IMF, seperti dikutip Sputnik.


IMF menjelaskan, utang global meningkat 28 persen menjadi 256 persen dari PDB pada 2020.

Selain itu, rasio utang publik global meningkat ke rekor 99 persen dari PDB, sementara utang swasta dari perusahaan non-keuangan dan rumah tangga juga mencapai level tertinggi baru.

Negara-negara maju menghadapi lonjakan paling signifikan dalam utang publik, yang meningkat dari 70 persen dari PDB pada 2007 menjadi 124 persen pada 2020.
"Peningkatan besar dalam utang dibenarkan oleh kebutuhan untuk melindungi kehidupan masyarakat, mempertahankan pekerjaan dan menghindari gelombang kebangkrutan," kata IMF.

“Tetapi lonjakan utang memperkuat kerentanan, terutama karena kondisi pembiayaan yang semakin ketat," lanjutnya.

IMF menjelaskan, tingkat utang yang tinggi membatasi kemampuan pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi, dan pemerintah harus menerapkan dukungan fiskal yang ditargetkan untuk memecahkan masalah ekonomi yang belum terselesaikan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya