Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ingatkan Warganya Jaga Prokes, Thailand Waspadai Lonjakan Omicron Setelah Natal dan Tahun Baru

KAMIS, 16 DESEMBER 2021 | 08:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Departemen Pelayanan Medis (DMS) Thailand telah mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi langkah-langkah pencegahan demi menghindari penyebaran wabah Covid-19.

Peringatan itu datang di tengah potensi lonjakan kasus varian Omicron yang kemungkinan terjadi setelah perayaan Natal dan Tahun Baru yang semakin dekat.

"Saya harus mengakui varian Omicron tampaknya menyebar lebih cepat daripada Delta," kata direktur jenderal DMS Somsak Akksilp, seperti dikutip dari Bangkok Post, Rabu (15/12).


"Jika orang yang terinfeksi menunjukkan gejala ringan, mereka dapat dirawat secara terpisah di rumah," kata Somsak.

Meskipun risiko varian baru yang disebut lebih menular dapat dikurangi dengan vaksinasi dan bisa diobati dengan pil anti-Covid molnupiravir dan paxlovid, Somsak mengatakan langkah pencegahan tetap menjadi yang paling utama.

"Bentuk perlindungan terbaik adalah mematuhi langkah-langkah pencegahan Covid-19," kata Somsak.

Dia juga mengatakan tingkat keparahan varian baru akan tergantung pada jumlah infeksi, menambahkan bahwa tidak ada pasien yang tertular sejauh ini yang perlu menghabiskan waktu di ruang ICU.

"Hanya ada satu kematian yang terkait dengan Omicron hingga saat ini, dan itu di Inggris," katanya.

Hingga saat ini Thailand telah mengkonfirmasi 11 kasus Omicron, dan semuanya adalah kasus impor.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya