Berita

Mantan Wakil Presiden Afghanistan Amrullah Saleh/Net

Dunia

Bank-bank Afghanistan Bangkrut, Amrullah Saleh Salahkan Taliban

RABU, 15 DESEMBER 2021 | 16:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Bangkrutnya bank-bank swasta di Afghanistan yang terdampak pembekuan aset negara dinilai mantan Wakil Presiden Amrullah Saleh sebagai kesalahan Taliban.

Lewat unggahan di akun Facebook-nya pada Rabu (15/12), Saleh menyebut Taliban merupakan alasan dunia internasional memblokir aset milik Afghanistan.

"Penjelasan tentang hal ini penting karena Taliban memblokir aset Afghanistan menjadi alasan dan penyebab bangkrutnya bank swasta dan menipu rakyat," jelasnya.


Menurut Saleh, Taliban telah menjarah bank-bank swasta dengan cara yang salah. Pada saat yang sama, bank-bank pemerintah juga tidak mampu membayar hutang dan tabungan rakyat.

Bahkan dengan harga properti di Afghanistan yang menurun tajam, Taliban tidak bisa melelang atau menjual properti negara untuk jaminan pinjaman. Lantaran jika dikumpulkan, dana tidak akan memenuhi 20 persen dari tabungan rakyat.

"Dengan kata lain, Taliban bertanggung jawab atas hilangnya hampir satu setengah miliar dolar tabungan rakyat di bank swasta dan pemerintah," tegasnya.

"Taliban bertanggung jawab atas kesengsaraan dan penderitaan Afghanistan saat ini. Afghanistan akan semakin tenggelam dalam bencana manusia," pungkasnya.

Taliban mengambil alih kendali pemerintahan Afghanistan setelah Amerika Serikat (AS) dan pasukan asing meninggalkan negara tersebut. Saat ini Taliban berusaha mendapatkan pengakuan dunia internasional agar aset mereka dicairkan dan menggerakan kembali ekonomi yang hancur.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya