Berita

Perdana Menteri Negara Bagian Michael Kretschmer/Net

Dunia

Polisi Jerman Lakukan Operasi Besar Setelah Terima Informasi Rencana Pembunuhan Politisi pro-Vaksin

RABU, 15 DESEMBER 2021 | 15:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Polisi Jerman dan pasukan khusus meluncurkan operasi di Dresden pada Rabu (14/12), hanya beberapa saat  setelah aparat menemukan ancaman pembunuhan terhadap seorang politisi top yang mendukung vaksin virus corona.

Pihak berwenang mengatakan, Perdana Menteri Negara Bagian Michael Kretschmer mendapat ancaman keras dari kelompok anti-Vaksin, mendorong aparat segera mengerahkan tim-nya sebagai upaya keamanan.

Tindakan pengamanan dilakukan atas kekhawatiran bahwa kelompok itu memiliki senjata api.


Investigasi dibuka setelah jurnalis dari penyiar publik ZDF mencoba menjelajah obrolan di Telegram terenkripsi dan melaporkan pada 7 Desember bahwa ada ancaman pembunuhan yang diduga dikeluarkan terhadap Kretschmer.

ZDF mengungkapkan, dari hasil penjelajahan obrolan,  ditemukan bahwa rencana pembunuhan tersebut melibatkan seratus anggota grup yang tergabung dalam kelompok anti vaksin.

Dalam salah satu pesannya, ditemukan nada ancaman, di mana bila ada yang melawan kelompok itu maka mereka tidak segan-segan mengeluarkan senjata api.

Berdasarkan temuan itu, pihak berwenang mencurigai "adanya persiapan kejahatan kekerasan yang mengancam negara".

Sebuah gerakan besar telah muncul di Jerman terhadap pembatasan kesehatan yang diberlakukan selama pandemi Covid-19.

Ini sangat kuat di Saxony, di bekas Jerman Timur, salah satu daerah yang paling parah dilanda virus corona yang bangkit kembali dan di mana tingkat vaksinasi lebih rendah dari rata-rata nasional.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya