Berita

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss/Net

Dunia

Inggris Kembali Sentil China Soal Pemberlakuan Undang undang Keamanan Nasional Hongkong

RABU, 15 DESEMBER 2021 | 13:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Inggris kembali mengomentari pemberlakuan undang-undang keamanan nasional baru yang diterapkan di Hong Kong.

Dalam laporan terbaru dampak mengenai pemberlakuan undang-undang tersebut, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss secara terbuka menegur China karena dianggap telah menerapkan undang-undang yang menurutnya telah menghina kebebasan.

“Erosi kebebasan di Hong Kong adalah penghinaan terhadap kebebasan dan demokrasi,” kata Truss, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/12).


“Hanya lebih dari setahun setelah pengenalan Undang-Undang Keamanan Nasional, otoritas China daratan dan Hong Kong telah menggunakan undang-undang dan lembaga terkait untuk melawan semua penentang Hong Kong, pers, dan masyarakat sipil,” ujarnya.

“Pengurangan ruang untuk mengekspresikan pandangan alternatif secara bebas ini terus melemahkan check and balance cabang eksekutif," kata Truss.

Beijing memberlakukan undang-undang tentang pusat keuangan Asia pada Juni 2020 setelah berbulan-bulan protes anti-pemerintah yang sengit mengguncang kota itu pada 2019.

Laporan yabg diterbitkan pada Selasa (14/12), yang meliput peristiwa hingga 30 Juni tampaknya lebih kuat daripada laporan sebelumnya tentang dampak Undang-Undang Keamanan Nasional.

Berfokus pada penggunaan hukum terhadap beberapa media dan jurnalis, laporan ini menunjukkan tekanan dari media pro-Beijing, yang telah memaksa serikat pekerja dan kelompok lain untuk membubarkan diri.

Truss dalam pernyataannya juga mengatakan Inggris berjanji untuk terus memantau situasi di Hong Kong, termasuk berbicara dengan berbagai politisi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya