Berita

Taliban/Net

Dunia

PBB: Taliban Penggal Puluhan Mantan Pasukan Keamanan Afghanistan

RABU, 15 DESEMBER 2021 | 09:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melaporkan adanya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan oleh Taliban sejak kembali menguasai Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu.

Lewat laporannya, Wakil Komisaris Tinggi PBB untuk HAM Nada Al Nashif mengatakan, anggota Taliban telah membunuh puluhan orang dengan cara kejam, yaitu pemenggalan kepala dan hukuman gantung.

Menurut Al Nashif, lebih dari 100 warga dan mantan anggota pasukan keamanan nasional Afghanistan telah tewas sejak pertengahan Agustus, dengan setidaknya 72 pembunuhan dilakukan oleh anggota Taliban.


Setidaknya 50 lagi korban pembunuhan di luar hukum Taliban adalah anggota ISIS-K, termasuk ledakan mematikan di bandara Kabul pada bulan Agustus.

"Dalam beberapa kasus, mayat-mayat itu ditampilkan di depan umum. Ini telah memperburuk ketakutan di antara kategori populasi yang cukup besar ini," jelas Al Nashif, seperti dikutip Sputnik.

Ia juga menyatakan keprihatinan yang mendalam atas pembunuhan tersebut sehubungan dengan janji-janji sebelumnya oleh Taliban untuk menahan diri dari melakukan balas dendam terhadap para pekerja di rezim yang didukung Barat sebelumnya.

Al Nashif mengatakan delapan aktivis Afghanistan dan dua wartawan juga tewas sejak Taliban berkuasa pada 15 Agustus. Banyak 59 penahanan yang tidak sah dan ancaman terhadap jurnalis dan aktivis saat ini telah terdaftar.

Menurut Al Nashif, Taliban juga merekrut tentara anak dan membatasi hak-hak perempuan.

"Keamanan hakim, jaksa, dan pengacara Afghanistan, khususnya profesional hukum wanita, adalah masalah yang harus diwaspadai," jelas jurubicara Taliban Qari Sayed Khosti.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya