Berita

Negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir JCPOA/Net

Dunia

AS Siap Cabut Sanksi Iran yang Tak Sesuai JCPOA 2015

RABU, 15 DESEMBER 2021 | 08:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) menyatakan kesiapannya untuk mencabut sanksi terhadap Iran yang tidak sesuai dengan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang ditandatangani pada 2015 lalu.

Setelah mantan Presiden Donald Trump menarik AS dari JCPOA pada 2018, pemerintahannya menjatuhkan serangkaian sanksi kepada Teheran.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Linda Thomas-Greenfield mengatakan, pencabutan sanksi secara efektif memungkinkan Iran untuk menerima manfaat ekonomi dan mengamankan JCPOA.


"Kami sepenuhnya siap untuk mencabut sanksi yang tidak sesuai dengan komitmen JCPOA, yang akan memungkinkan Iran menerima manfaat ekonomi dari kesepakatan itu," ujarnya selama pertemuan PBB, seperti dikutip Sputnik, Rabu (15/12).

Beberapa saat setelah pernyataan Thomas-Greenfield, Perwakilan Tetap Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi mengatakan Teheran membutuhkan jaminan sanksi agar pembicaraan dapat berlanjut pada dimulainya kembali kesepakatan 2015.

“Satu-satunya solusi adalah komitmen semua pihak untuk implementasi JCPOA secara penuh, efektif, dan dapat diverifikasi. Iran harus diyakinkan bahwa semua sanksi akan dicabut, AS tidak akan menarik diri dari kesepakatan lagi dan tidak akan menyalahgunakan prosedur yang ditetapkan dalam JCPOA dan resolusi 2231," jelas Ravanchi.

Sejak April, negosiasi untuk menghidupkan kembali JCPOA telah berlangsung di Wina, Austria dengan berbagai hambatan. Negosiasi ini dilakukan agar AS kembali ke dalam kesepakatan di bawah pemerintahan Joe Biden.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya