Berita

Menteri Kesehatan Prancis Oliver Veran/Net

Dunia

Catat 50 Ribu Kasus Perhari, Prancis Masuki Puncak Gelombang Kelima Pandemi

RABU, 15 DESEMBER 2021 | 08:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Kesehatan Prancis Oliver Veran mengatakan bahwa negara itu saat ini sudah mencapai puncak gelombang kelima pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Veran di hadapan anggota parlemen Majelis Nasional pada Selasa (14/12) waktu setempat, di tengah peringatan para ahli kesehatan yang memprediksi bahwa Prancis akan memasuki gelombang keenam pada Januari 2022.

“Tampaknya kita telah mencapai puncak epidemi di negara kita, puncak yang sangat tinggi, 50.000 kontaminasi per hari sekarang. Ini adalah yang tertinggi yang kami alami sejak awal pandemi," kata Veran, seperti dikutip dari AFP, Rabu (15/12).


Veran mengatakan krisis kesehatan negara itu kemungkinan akan memburuk dengan meningkatnya penerimaan rumah sakit dalam dua minggu ke depan.

Pernyataan keprihatinannya muncul di tengah ditemukannya kasus varian omicron yang dianggap sangat menular.

Berbicara kepada berita FranceInfo, juru bicara pemerintah Gabriel Attal mengkonfirmasi bahwa 133 kasus varian telah diidentifikasi sejauh ini dan mungkin ada lebih banyak lagi.

Para ahli percaya bahwa Prancis dapat mengalami situasi serupa dalam beberapa minggu.

Martin Hirsch, Direktur Jenderal Bantuan Publik Rumah Sakit Paris, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan berita RTL bahwa gelombang epidemi keenam akan dimulai pada Januari.

"Meskipun tingkat vaksinasi tinggi, orang harus menjaga kewaspadaan selama pertemuan keluarga dan pertemuan untuk musim liburan dan perayaan Tahun Baru karena jika tidak, rumah sakit akan menjadi terlalu jenuh," katanya memperingatkan.

Sementara Jean-Louis Teboul, kepala pengobatan intensif di unit perawatan intensif Rumah Sakit Bicetre di wilayah Paris, juga berbicara tentang keprihatinan memasuki Januari.

"Suntikan booster ketiga mungkin akan melindungi banyak orang dari amplitudo gelombang tambahan yang mungkin terjadi pada bulan Januari," katanya di salah satu stasiun televisi Prancis.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya