Berita

Petugas menyelidiki ledakan yang ditimbulkan dari truk pengangkut bensin di Cap-Haitien, Haiti Utara yang menewaskan sekitar 50 orang/Net

Dunia

Haiti Tetapkan Tiga Hari Berkabung Setelah Peristiwa Ledakan Truk Tangki yang Tewaskan 50 Orang

RABU, 15 DESEMBER 2021 | 06:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Haiti pada Selasa (14/12)  mengumumkan tiga hari berkabung nasional, menyusul peristiwa ledakan truk tangki yang menewaskan 50 orang.  

Perdana Menteri Ariel Henry dalam pesan duka citanya menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi di Cap-Haitien, Haiti Utara, itu membawa pukulan berat bagi pemerintahannya.  
 
"Atas nama pemerintah saya dan semua orang Haiti, termasuk diaspora, menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada kerabat para korban, serta semua yang secara langsung atau tidak langsung dirugikan oleh tragedi ini. Tiga hari berkabung nasional akan dilakukan dan dideklarasikan di seluruh wilayah," ujar politisi itu, seperti dikutip dari Tribun India.


Sebuah truk yang membawa bensin meledak pada Senin malam di Haiti utara. Ledakan itu begitu dahsyatnya hingga menimbulkan banyak korban tewas dan luka berat.

Puluhan mayat tergeletak di jalan beberapa jam setelah ledakan, sementara puluhan lainnya terkapar dengan luka serius. Ledakan itu juga membakar bangunan di sekitar lokasi kejadian, di mana 20 rumah habis dilalap api.

Henry yang sangat terpukul mengatakan pemerintahannya mengerahkan jajaran terkait untuk bergerak cepat mendirikan layanan darurat untuk membantu mereka yang terkena dampak.

Patrick Almonor, wakil walikota Cap-Haitien, mengatakan kepada The Associated Press bahwa lebih dari 100 orang yang  terluka cukup parah.

Dia memperkirakan jumlah kematian bisa saja meningkat selama proses pencarian korban di antara puing-puing reruntuhan.

"Mengerikan apa yang terjadi," kata Almonor. “Kami telah kehilangan begitu banyak nyawa.”

Almonor mengatakan rumah sakit setempat sangat membutuhkan lebih banyak perawat, dokter, dan persediaan medis untuk membantu mereka yang terluka.

Seorang insinyur sipil yang bekerja di Cap-Haitien, Dave Larose, mengatakan kepada The Associated Press bahwa dia sedang mengemudi saat ia melihat ambulans dan kerumunan orang berkumpul di sepanjang jalan sekitar pukul 1 pagi.

Sementara aparat berjuang menyelamatkan para korban, warga lainnya berjuang mengambil sisa bensin dari truk untuk dibawa pulang.

Ledakan tersebut menambah daftar duka yang harus ditelan warga Haiti di tengah krisis ekonomi dan bahan bakar akut di negara yang belum juga pulih dari konflik besarnya.

“Mengerikan apa yang harus dilalui negara kita” kata Larose.

Mantan Perdana Menteri Claude Joseph juga berduka atas para korban, tweeting, "Saya berbagi rasa sakit dan kesedihan dari semua orang."

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya