Berita

Menteri Luar Negeri Anthony Blinken tiba di Indonesia/Net

Dunia

Blinken: AS Bekerja Sama dengan Sekutu untuk Jaga Kawasan Indo-Pasifik dari Tindakan Agresif China

SELASA, 14 DESEMBER 2021 | 15:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kunjungan Menteri Luar Negeri Anthony Blinken ke Indonesia membawa pencerahan baru. Hal ini terlihat saat ia mencoba, sekali lagi, menggembar-gemborkan teknik AS untuk memperdalam aliansi perjanjian Asia-nya.

Selama kunjungannya ke Indonesia, Blinken mengusulkan untuk menekankan perlindungan dengan rekan-rekannya di kawasan Indo-Pasifik yang semakin terlibat dalam “Tindakan agresif” China.

Ia menggambarkan kawasan Indo-Pasifik sebagai kawasan paling dinamis di dunia dan menyatakan bahwa semua orang setuju untuk mempertahankan tatanan yang sudah mapan tanpa paksaan dan intimidasi.


"Kami akan bekerja dengan sekutu dan rekan kami untuk menjaga ketertiban berbasis aturan yang sekarang telah kami bangun secara kolektif selama bertahun-tahun untuk menjaga area terbuka dan dapat diakses,” kata Blinken, saat mengunjungi sebuah kampus dalam lawatannya pada Selasa (14/12), seperti dikutip dari Reuters.

“Biar saya perjelas, tujuan menegakkan tatanan berbasis aturan adalah untuk tidak menindas negara mana pun. Agaknya, itu membela hak semua lokasi internasional untuk memutuskan jalan mereka sendiri, bebas dari paksaan dan intimidasi," tekannya lagi.

Blinken melakukan kunjungan pertamanya ke Asia Tenggara sejak pelantikan Presiden Joe Biden pada Januari, perjalanan tersebut bertujuan untuk memperkuat hubungan setelah jeda ketidakpastian atas komitmen AS ke Asia di bawah pemerintahan Donald Trump.

Blinken tiba di Indonesia sehari setelah ia bertemu rekan sesama menteri luar negeri dari kelompok tujuh. dalam pertemuan itu, ia menyerukan agar Rusia mundur dari eskalasi militer di dekat perbatasan Ukraina.

Setelah ini, Blinken akan mengunjungi Malaysia dan Thailand, menyatakan AS akan bekerja untuk memperkuat rantai pasokan dan menutup kesenjangan infrastruktur di wilayah tersebut, mulai dari pelabuhan dan jalan hingga jaringan energi san internet.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya