Berita

Orang-orang mengantri di luar pusat vaksinasi penyakit virus corona di Rumah Sakit St Thomas saat pandemi berlanjut, di London, Inggris, 12 Desember 2021/Net

Dunia

Inggris Laporkan Satu Kematian Pertama karena Varian Omicron

SELASA, 14 DESEMBER 2021 | 11:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Inggris melaporkan satu kasus kematian karena varian Omicron di tengah penyebaran virus corona yang belum juga mereda di negara itu. Kabar ini disampaikan langsung Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Senin (13/12).

Kematian pertama karena Omicron tidak boleh dianggap enteng, menurut menteri. Menambahkan bahwa kematian itu akan menjadikan Inggris lebih ketat lagi dalam menerapkan langkah-langkah pembatasan. Liburan Natal dan Tahun Baru tidak menyurutkan langkah pemerintah untuk terus mengawal aturan yang diberlakukan.

Setelah langkah-langkah nasional yang ketat diberlakukan pada minggu imi, Boris Johnson mengatakan dia akan "mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk melindungi kesehatan masyarakat".


Kekhawatiran meningkat di antara para ilmuwan dan di Whitehall bahwa varian Omicron dapat segera menjadi strain Covid yang dominan, melemahkan pertahanan yang ditawarkan dua vaksin terhadap virus tersebut.

Sejak negara itu mendeteksi kasus Omicron pertamanya pada akhir November, Johnson telah memberlakukan tindakan anti-virus yang lebih keras.

Pada Minggu pekan lalu, Johnson uga mengimbau masyarakat untuk mendapatkan suntikan booster agar pelayanan kesehatan tidak kewalahan.

"Mutasi baru ini, menyebar pada tingkat fenomenal," terang Sekretaris kesehatan Inggris, mengatakan bahwa varian Omicron sekarang menyumbang hampir 44 persen dari semua infeksi Covid-19 di London.

Dia menambahkan varian yang sangat menular akan menjadi strain dominan di ibu kota dalam waktu 48 jam.

Ketika Inggris mengkonformasi kasus Omicron pertama, hal yang sama juga dilaporkan pemerintahan China yang mencatat kasus pertamanya pada hari Senin di kota pelabuhan utara Tianjin.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya