Berita

Seorang pria di India memaksa orang Dalit menjilat ludahnya/Net

Dunia

Kalah Pemilu, Pria India Lampiaskan Kemarahan Paksa Orang Dalit Jilat Ludahnya

SENIN, 13 DESEMBER 2021 | 19:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meski sudah dihapuskan pada 1950, namun sistem kasta di India tampaknya telah mendarah daging. Akibatnya, penindasan dan kekerasan akibat perbedaan kasta masih menjadi persoalan pelik di negara berpenduduk paling banyak ke dua di dunia ini.

Hal itu tercermin dari penindasan yang dialami oleh seorang pria dari Kaum Dalit atau Paria. Dalit pada dasarnya tidak termasuk dalam kasta di India dan dianggap sebagai orang-orang yang diharamkan untuk disentuh.

Diskriminasi terhadap Kaum Dalit masih sangat sering terjadi di wilayah pedesaan di India. Seorang pria di Bihar, Aurangabad, India contohnya.


Dalam sebuah video yang viral di media sosial, tampak pria tersebut dipaksa melakukan sit-up dan menjilat ludah dari seorang pria yang belakangan diketahui bernama Balwant Singh.

Singh diduga melampiaskan kemarahan akibat kekalahannya dalam pemilihan dewan desa di Bihar kepada dua pria Dalit yang disebut tidak memilihnya.

Dalam video tersebut, Singh dapat terdengar mengatakan bahwa dia bahkan membayar dua orang tersebut dan mereka masih tidak memilihnya.

Aksi menjijikan tersebut terekam dan viral, hingga pria itu dilaporkan telah ditangkap pada Minggu (12/12).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya