Berita

Presiden Nikaragua Daniel Ortega/Net

Dunia

Bikin AS Gerah Gegara Putus dari Taiwan, Presiden Nikaragua: Tidak Masuk Akal, Washington Saja Akui "Satu China"

SENIN, 13 DESEMBER 2021 | 19:05 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keputusan Nikaragua untuk mengakui "Satu China" diakui memang membuat Amerika Serikat (AS) kesal. Namun, akan lebih menyakitkan jika Nikaragua tidak menjalin hubungan diplomatik dengan China.

Begitu yang dikatakan oleh Presiden Nikaragua Daniel Ortega yang antusias dengan pemulihan hubungan dengan China ketika menghadiri Wisuda XXVI Perwira Angkatan Darat pada Jumat (10/12).

Ortega mengatakan, Nikaragua dan China akhirnya menjalin kembali hubungan diplomatik yang telah terputus selama kurang lebih tiga dekade.


"Ini mungkin. Mengapa ini mungkin? Karena kita adalah revolusi," kata Ortega.

Dalam pernyataannya, Ortega menyoroti tanggapan AS dari keputusan negaranya untuk tidak lagi menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan, dan beralih haluan pada China.

Ia mengungkap, AS selalu kesal ketika ada suatu negara yang membuka hubungan diplomatik dengan China. Namun di sisi lain, Washington juga mengakui prinsip "Satu China", mengakui Taiwan sebagai bagian dari China.

"Ini adalah hal yang sangat tidak masuk akal, konyol, karena jurubicara Yankee terus-menerus mengomel setiap kali sebuah negara, di tempat yang mereka sebut halaman belakang mereka, membuka hubungan dengan RRC," sindirnya.

Menurut Ortega, AS menyadari betul pentingnya menjalin hubungan dengan China yang merupakan kekuatan ekonomi dunia yang tidak bisa mereka remehkan.

Untuk itu, ia mengatakan, keputusan untuk menjalin kembali hubungan diplomatik dengan China merupakan kabar baik bagi Nikaragua.

"Kami yakin yang ditandatangani hari ini adalah berita yang membuat masyarakat kami senang dan juga membuat semua orang yang berhubungan dengan RRC senang," pungkasnya.

Nikaragua mengumumkan keputusannya untuk mengakhiri hubungan diplomatik dengan Taiwan dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Menteri Luar Negeri Denis Moncada pada Kamis (9/12).

Ia mengatakan Nikaragua hanya akan mengakui RRC sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah untuk mewakili seluruh China, dengan Taiwan sebagai bagian tidak terpisahkan darinya.

"Pemerintah Republik Nikaragua menyatakan bahwa mereka mengakui hanya ada satu China yang ada di dunia. Hari ini, pemerintah Republik Nikaragua memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan dan akan menghentikan semua kontak atau hubungan resmi," demikian pernyataan tersebut.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya