Berita

Presiden AS Joe Biden selama World Democracy Summit/Net

Dunia

Bikin Heboh Gedung Putih, Peta Taiwan Dihapus dari Presentasi KTT Demokrasi

SENIN, 13 DESEMBER 2021 | 14:04 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah peta yang menunjukkan Taiwan sebagai negara-pulau yang berpisah dari daratan China telah dihapus oleh Gedung Putih ketika seorang menteri dari Taiwan memberikan paparannya selama World Democratic Summit.

Menteri Digital Taiwan Audrey Tang dibuat terkejut. Video satu menit berisi peta Taiwan yang ia selipkan dalam presentasi slidenya pada Jumat (10/12) tidak ada ketika diputar.

Menurut seorang sumber yang dikutip Reuters, video yang diselipkan oleh Tang menunjukkan Taiwan dalam warna berbeda dengan China daratan. Seharusnya video itu diputar ketika diskusi panel.


Namun atas perintah Gedung Putih, video tersebut tidak dapat diputar dan hanya berisi audio saja.

Sumber menjelaskan, Gedung Putih khawatir jika membedakan Taiwan dan China pada konferensi tersebut dapat dianggap bertentangan dengan kebijakan "Satu China" yang diakui oleh AS.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengaku ada kesalahan teknis dalam insiden tersebut.

"Kami menghargai partisipasi Menteri Tang, yang menunjukkan keahlian kelas dunia Taiwan dalam isu-isu pemerintahan yang transparan, hak asasi manusia, dan melawan disinformasi," kata seorang jurubicara.

Dalam presentasinya, Tang menggunakan peta untuk memberikan klasifikasi keterbukaan hak-hak sipil di dunia.

Sebagian besar Asia, dengan Taiwan ditampilkan berwarna hijau, yang berarti "terbuka". Sementara China, Laos, Vietnam, dan Korea Utara diwarnai merah dan diberi label "tertutup".

Ketika moderator kembali ke Tang beberapa menit kemudian, tidak ada video dirinya, hanya audio, dan tangkapan layar dengan judul: "Menteri Audrey Tang Taiwan."

Layar kemudian diganti berisi, "Setiap pendapat yang diungkapkan oleh individu di panel ini adalah pendapat individu tersebut, dan tidak selalu mencerminkan pandangan pemerintah Amerika Serikat."

Satu sumber mengungkap, peta itu menyebabkan keramaian di antara para pejabat AS. Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih (NSC) dengan marah menghubungi Departemen Luar Negeri, khawatir peta itu tampaknya menunjukkan Taiwan sebagai negara yang berbeda.

Washington mengeluh kepada pemerintah Taiwan, yang pada gilirannya marah karena video Tang telah dipotong.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya