Berita

Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi/Net

Pertahanan

Khairul Fahmi: Posisi Pangkostrad Kosong karena Proses Politik Belum Tuntas

SENIN, 13 DESEMBER 2021 | 05:09 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Setelah Jenderal Dudung Abdurrachman dilantik sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) posisi Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkotsrad) hingga saat ini kosong.

Padahal setelah dilantik Panglima TNI, Andika Perkasa langsung melakukan mutasi. Setidaknya ada 23 perwira tinggi TNI yang dimutasi. Namun demikian, Pangkostrad masih belum diisi.

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi melihat belum ditunjuknya Pangkostrad sepeninggal Dudung dipengaruhi oleh belum tuntasnya proses politik di internal TNI.


Kata Fahmi, secara teknis bisa saja belum ditunjuknya Pangkostrad karena proses pengusulan oleh Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) ke Presiden belum selesai dilakukan.

"Alasan non teknis, bisa jadi masih ada 'proses politik' yang belum tuntas," demikian kata Khairul Fahmi kepada Kantor Berita Politik RMOL,Senin (13/12).

Meski demikian, Fahmi menyarankan agar Pangkostrad kedepan harus memiliki pengalaman teritorial dan di lembaga pendidikan. Seorang Pangkostrad harus kaya pengalaman di satuan tempur dan medan operasi.

Ia berpendapat, setahun kedepan posisi Pangkostrad tidak terlalu seksi. Sebab, posisi Pangkostrad ditinggalkan oleh orang yang baru diangkat menjadi KSAD.

Dengan kondisi objektif itu, Khairul Fahmi menilai seharusnya tarik menarik kepentingan dalam penentuan Pangkostrad tidak begitu kuat

"Artinya, tarik menarik kepentingan mestinya tidak terlalu besar," pungkas Khairul Fahmi.

Beberapa Jenderal yang diprediksi akan menempati posisi Pangkostrad diantaranya menantu Luhut Binsar Pandjaitan, Maruli Simanjuntak. Sebelum dia menjabat sebagai Pangdam Udayana, Maruli pernah menjabat Danpaspampres.

Nama lainnya, adalah Pangdam Siliwangi Mayjen Agus Subiyanto. Sebelum menjabat Pangdam ia juga pernah menjadi Danpaspampres tahun 2020 lalu.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya