Berita

Direktur DEEP, Neni Nur Hayati/Net

Politik

Paradoks, Presidential Threshold Harus Ditiadakan

SENIN, 13 DESEMBER 2021 | 04:00 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri bahwa presidential threshold harus nol persen mendapat sambutan positif dari banyak kalangan.

Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati berpendapat presidential threshold memang perlu ditiadakan.

Alasannya, agar muncul banyak calon presiden alternatif. Selain itu, dengan nol persen akan membuat partai lain yang belum berhasil masuk parlemen memiliki peluang mengusung calonnya.


Neni berpendapat, dengan penerapan presidential nol persen akan membuat masa depan demokrasi Indonesia jadi lebih cerah.

"Dan mencegah polarisasi dan fragmentasi yang sangat kental seperti di pemilu 2019 lalu," demikian kata Neni kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (13/12).

Lebih lanjut Neni mengatakan, logika presidential threshold murni mandat rakyat diberikan kepada masing-masing. DPR bersifat legislatif dan presiden bersifat eksekutif.

Ia berpandangan dengan pemberlakuan presidential threshold ini menunjukkan ada paradoks.

"Jadi adanya ambang batas pencalonan presiden bagi aku jadi paradoks aja. Pemilu legislatif itu jadi syarat dalam pencalonan Pilpres," demikian kata Neni.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya