Berita

Presiden Jokowi dengan Ketua KPK Firli Bahuri dalam satu kesempatan/Net

Hukum

Sepakat Presiden Pemimpin Orkestrasi, Natalius Pigai: Karena Eksekutif Kurang Gelorakan Budaya Antikorupsi

MINGGU, 12 DESEMBER 2021 | 13:50 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat memberi sambutan pada Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia), bahwa Presiden Jokowi merupakan pemimpin orkestrasi dalam pemberantasan korupsi sangatlah tepat.

Menurut aktivis HAM, Natalius Pigai, apa yang disampaikan oleh Firli Bahuri merupakan pandangan seorang yang betul-betul memahami bagaimana mewujudkan Indonesia terbebas dari korupsi.

Firli, dikatakan Pigai, melihat bahwa Indonesia tidak mengalami perkembangan secara cepat dikarenakan sektor yang sangat penting untuk bisa membangun persepsi korupsi yaitu eksekutif kurang dalam menggerakkan budaya antikorupsi, pendidikan dan pelatihan.


“Karena sektor eksekutif itu justru tidak menjadi berada garis depan dalam kebijakan membangun persepsi korupsi di Indonesia. Oleh karena itu saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh Pak Ketua KPK bahwa Presiden harus memainkan orkestra untuk membangun persepsi korupsi," kata Pigai kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (12/12).

Menurut mantan Komisioner Komnas HAM ini, membenahi indeks persepsi korupsi tidak bisa hanya dibebankan kepada KPK saja, kendati lembaga tersebut adalah leading sektor pemberantasan korupsi. Namun, ujarnya, jika dalam kerangka perbaikan persepsi korupsi masih diselingi perilaku koruptif di institusi penegak hukum lain, seperti Kejaksaan dan Kepolisian maupun Kementrian/Lembaga maka sama saja seperti menggarami lautan.

"KPK itu tidak bisa membangun persepsi korupsi, karena terbatas, anggarannya terbatas, unit juga terbatas, tidak punya kaki tangan di bawah. Jadi ini peran sama-sama. Yang nomor satu adalah eksekutif, kemudian kedua adalah yudikatif, kemudian ketiga adalah Legislatif. Itu sama-sama harus dibangun," pungkas Pigai.


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya