Berita

Bendera Meksiko dan Guatemala/Net

Dunia

Guatemala dan Meksiko Desak AS Dukung Upaya Investigasi dan Berinvestasi untuk Berantas Kemiskinan

SABTU, 11 DESEMBER 2021 | 15:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Guatemala menyerukan tindakan keras terhadap geng-geng penyelundupan manusia menyusul puluhan migran yang tewas dalam kecelakaan bus di Meksiko.

Aparat keamanan kedua Guatemala dan Meksiko telah menyekapati kerjasama untuk memberikan tindakan pada jaringan internasional terkait penyelundupan orang, yang diduga menjadi pelaku pembunuhan  beberapa migran Guatemala pada Kamis (9/12).  

Untuk memuluskan langkah itu, kedua negara telah membentuk kelompok yang diberi nama "action group".


Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Evlad, mengatakan group itu diharapkan menjadi langkah pertama untuk memerangi jaringan penyelundupan manusia. Pembentukan group itu sendiri mendapat dukungan dari Republik Dominika, Ekuador, Guatemala, Honduras, Meksiko, Nikaragua dan Amerika Serikat.

Nantinya kelompok itu akan melakukan penyelidikan, mengidentifikasi, mempelajari, dan mengadili para pemimpin organisasi yang bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan.

Mereka telah mengundang Amerika Serikat untuk ikut mendukung apa yang sudah mereka langkah tersebut.

“Kami mengundang Pemerintah AS untuk ikut mendukung langkah ini, serta berpartisipasi dalam pembangunan dan investasi di negara kami dan negara tetangga, untuk memastikan bahwa tragedi ini tidak terulang,” ujar Evlad, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (11/12).

Hal senada juga diungkapkan Menteri Luar Negeri Guatemala Pedro Brolo yang mendesak agar AS berinvestasi untuk mengentaskan kemiskinan di kawasan itu.

Ada ribuan orang Guatemala dan Mexico yang berusaha melarikan diri agar terlepas dari kemiskinan dan kekerasan. Mereka melakukan perjalanan ke Meksiko untuk mencapai perbatasan dengan Amerika Serikat secara ilegal.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya