Berita

Petugas senior menunjukkan paket mariyuana yang dikompresi selama briefing media di Nakhon Phanom pada hari Sabtu/Net

Dunia

Tim Operasi Sungai Mekong Thailand Berhasil Amankan Satu Ton Ganja dan 200 Kilogram Sabu-sabu Senilai Rp 42,7 Miliar

SABTU, 11 DESEMBER 2021 | 12:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pihak berwenang Thailand berhasil mengamankan tiga tersangka bersama barang bukti satu ton ganja dan lebih dari 200 kilogram sabu-sabu dalam dua operasi terpisah di sepanjang Sungai Mekong di distrik Tha Uthen pada Sabtu dini hari (11/12) waktu setempat.

Dalam operasi pertama, tim patroli Unit Sungai Mekong menangkap dua pria Thailand karena menyelundupkan 480 batang ganja kelas premium dan 219 kilogram kristal metamfetamin.

“Mereka ditangkap saat menaiki perahu ekor panjang untuk membawa obat-obatan dari Laos ke tepi sungai di tambon Nam Kham di distrik Tha Uthen,” kata tim penangkap dalam jumpa pers pada hari Sabtu, seperti dikutip dari Bangkok post.


Turut hadir dalam jumpa pers Gubernur Nakhon Phanom Chathip Rujanaseri, perwira senior angkatan laut dan perwakilan dari badan keamanan dan pemberantasan narkoba.

Dalam operasi kedua, tim patroli juga menyita 520 batang ganja yang sudah dikompresi dengan berat total 520 kilogram, di tepi Sungai Mekong di tambon Woen Prabat di distrik yang sama dan menangkap seorang pria Thailand.

Narkoba yang disita dalam dua kasus bernilai hampir 100 juta baht (seitar 42,7 miliar rupiah).

Selama wabah Covid-19, sejumlah besar obat-obatan terlarang telah diselundupkan ke negara di provinsi timur laut ini.

“Narkoba yang disita ditujukan ke Selatan,”  kata perwira senior selama pengarahan media.

Lebih dari 5 ton ganja telah disita di Nakhon Phanom minggu ini.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya