Berita

Gambar tangkap layar video viral pembongkaran proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung/Repro

Politik

Pilar KCJB Dibongkar, Pengamat: Itu Pakai Duit Rakyat, KCIC Harus Tanggung Jawab!

SABTU, 11 DESEMBER 2021 | 10:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pembongkaran tiang pancang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) harus dipertanggungjawabkan di depan rakyat.

Proyek KCJB menelan uang negara yang tidak sedikit. Bahkan terjadi pembengkakan biaya atau cost overrun sebesar 3,8 miliar dolar AS- 4,9 miliar dolar AS atau setara Rp 54 triliun sampai Rp 69 triliun.

"Kontraktor dan KCIC (kereta cepat Indo-China) harus bertanggung jawab terkait pembongkaran tersebut. Jangan hanya bisa salahkan kontraktor. Pembangunan tersebut dibayar dengan uang rakyat," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Sabtu (11/12).


Ujang menyesalkan jika pengerjaan proyek yang menelan anggaran triliunan rupiah itu justru dikerjakan asal-asalan. "Masak seperti itu? Asal bangun, (dibongkar) karena alasan salah titik koordinat," sesalnya.

Menurut dosen ilmu politik Universitas Al-Azhar Indonesia ini, langkah KCIC melakukan pembongkaran tersebut menunjukkan profesionalitas pengerjaan proyek rendah.

"Ini bentuk kelalaian dan ketidakprofesionalan kontraktor dan KCIC. Uang rakyat jangan dibuang dengan cara tak perlu seperti itu. Yang terjadi di negeri ini lucu dan aneh," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya