Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Diplomat AS: Putus Hubungan dengan Taiwan, Upaya Nikaragua Minta Perlindungan China dari Sanksi Internasional

SABTU, 11 DESEMBER 2021 | 09:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China dan Nikaragua kembali menjalin hubungan diplomatik pada Jumat (10/12) waktu setempat, setelah negara Amerika Tengah itu secara mengejutkan memutuskan hubungan dengan Taiwan.

Seorang pejabat senior pemerintah AS dengan syarat anonim mengungkap alasan di balik peralihan hubungan diplomatik tersebut, sebuah langkah yang membuat marah Washington.

"Peralihan diplomatik Nikaragua yang tiba-tiba dari Taiwan ke China adalah bagian dari upaya pemerintah Presiden Daniel Ortega untuk melindungi diri dari sanksi internasional baru-baru ini terhadap Managua," kata pejabat tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (11/12).


Pejabat itu juga mengatakan bahwa Washington memandang peralihan diplomatik Nikaragua sebagai bagian dari tanggapan terhadap tekanan dari masyarakat internasional.

"Mereka telah merasakan tekanan itu dan mungkin membutuhkan dukungan RRT, atau berpikir mereka membutuhkan dukungan RRT, untuk langkah mereka ke depan saat mereka berjongkok dalam postur yang lebih otoriter," kata pejabat itu, merujuk pada Republik Rakyat Tiongkok.

Putusnya hubungan Nikaragua dengan Taiwan yang tiba-tiba terjadi setelah berbulan-bulan memburuknya hubungan antara Ortega dan pemerintahan Presiden AS Joe Biden.

Washington telah memberlakukan sanksi baru yang ditargetkan pada pejabat Nikaragua setelah pemilihan November di negara itu. Biden menyebut pemilihan itu sebagai pertunjukan"pantomim" yang tidak bebas dan tidak adil karena Ortega, mantan gerilyawan Marxis dan musuh Perang Dingin Amerika Serikat, memenangkan masa jabatan keempat berturut-turut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya