Berita

Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas/Repro

Politik

Anwar Abbas Ingatkan Jokowi Peduli Kelompok Usaha Mikro dan Ultra Mikro

SABTU, 11 DESEMBER 2021 | 02:17 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas, mengingatkan pemerintahan Joko Widodo untuk lebih memperhatikan usaha mikro dan ultra mikro.

Di hadapan Joko Widodo ia mengungkapkan bahwa dua kelas usaha yang saat ini ada belum memiliki akses pembiayaan memadai untuk menjangkau perbankan.

Dia mencermati, selama ini pemerintah telah berhasil menyejahterakan usaha besar, menengah, dan kecil saja. Sementara untuk kelompok usaha yang masuk kelas mikro dan ultra mikro belum terjamah pendanaan perbankan.


“Sehingga kesenjangan sosial ekonomi masyarakat Indonesia semakin terjal dan meningkat setiap tahunnya. Hal itu sangat berbahaya karena berpotensi menggangu stabilitas kesatuan bangsa, ” ujar Buya Anwar saat memberikan sambutan Pembukaan Kongres Ekonomi Umat II di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat(10/12) .

Buya Anwar Abbas menuturkan, kelompok usaha mikro dan ultra mikro mencapai angka 68 persen. Bahkan ia menyebutkan, usaha dalam kelas ini mencapai 63 juta jiwa.

Dengan jumlah sebesar itu, ulama asal Muhammadiyah ini yakin daya beli masyarakat akan naik signifikan kalau kelompok usaha mikro dan ultra mikro diperhatikan.  

Ia menyarankan pada Jokowi untuk melakukan langkah afirmatif berupa kebijakan yang lebih kuat. Dengan langkah afirmatif situasi ekonomi pelaku usaha mikro dan ultra mikro akan berubah signifikan.

Sehingga masyarakat lapis bawah bisa tertolong terutama mereka yang berada di kelompok usaha mikro dan ultra mikro. Pemerintah perlu mendampingi, membantu, memfasilitasi permodalan, proses produksi, pemasaran, sampai manajemen,” ujar Buya Anwar.

Buya Anwar juga optimis, apapun yang nanti diproduksi oleh pelaku usaha mikro dan ultra mikro akan diterima pasar dengan baik. Implikasinya, ekonomi Indonesia secara keseluruhan akan semakin menggeliat dan berkembang.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya