Berita

Presiden Joko Widodo/Repro

Politik

Bersyukur Ekonomi Syariah Indonesia Peringkat Ke-4, Jokowi Targetkan 2024 Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

JUMAT, 10 DESEMBER 2021 | 17:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kondisi ekonomi syariah Indonesia di kancah internasional saat ini mampu menempati peringkat keempat pada periode 2020-2021. Ini berbeda dari sebelumnya yang masih terpuruk sejak 2014 silam.

Artinya, terjadi peningkatan yang signifikan dalam pengelolaan ekonomi keuangan syariah di Indonesia.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya di acara Pembukaan Kongres Ekonomi Umat II MUI Tahun 2021 dengan tema “Arus Baru Penguatan Ekonomi Indonesia” di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat sore (10/11).


"Saya ingin memberitahukan posisi ekonomi syariah kita yang tahun 2014 itu pada posisi ranking yang ke-9. Tahun 2020-2021 kita sudah naik menjadi peringkat ke-4 dunia," papar Jokowi.

Kepala Negara meyakini ke depan pertumbuhan ekonomi syariah akan terus mengalami peningkatan. Ditargetkan, pada 2024 mendatang ekonomi syariah Indonesia bisa menempati urutan puncak atau pusat ekonomi syariah dunia.

"Perkiraan saya, insyaAllah dua tiga empat tahun ini akan masuk kedua atau satu. Kalau pertumbuhannya seperti yang kita lihat sekarang kan cepat sekali," tuturnya.

Sebab, pasar ekonomi syariah Indonesia sudah mulai masuk ke hampir semua negara. Diharapkan dengan jumlah penduduk muslim terbesar terbesar di dunia sebesar 87% atau setara 207 juta jiwa, Indonesia mampu mencapai target pusat ekonomi syariah dunia.

"Kita telah berkomitmen telah menjadi pusat ekonomi syariah di tahun 2024. Dan kita akan berusaha keras untuk itu," tandasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Amirsyah Tambunan, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Azrul Tanjung, dan sejumlah petinggi MUI lainnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya