Berita

Rumah makan di Kota Hoi An/Net

Dunia

Kota Wisata Vietnam Berjanji Tidak Lagi Menjual Daging Kucing dan Anjing untuk Dikonsumsi

JUMAT, 10 DESEMBER 2021 | 17:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di Kota Hoi An, daging kucing dan anjing dianggap sebagai makanan yang lezat untuk dikonsumsi, namun baru-baru ini salah satu kota wisata populer di Vietnam itu berjanji untuk menghentikan penjualan daging kedua hewan tersebut.

Hal itu terjadi setelah pihak berwenang Hoi An, sebuah pelabuhan perdagangan bersejarah dan situs Warisan Dunia tersebut menandatangani kesepakatan dengan kelompok hak-hak binatang Four Paws International. Mereka berjanji untuk menghentikan penjualan dan konsumsi daging kucing dan anjing secara bertahap.

“Kami ingin membantu mempromosikan kesejahteraan hewan melalui pemberantasan rabies, menghapus perdagangan daging anjing dan kucing secara bertahap, dan menjadikan kota ini sebagai tujuan utama pariwisata,” kata wakil walikota Nguyen The Hung, seperti dikutip dari Bangkok Post, Jumat (10/12).


Julie Sanders dari Four Paws International mengatakan itu adalah momen penting yang mungkin menjadi contoh bagi tempat-tempat lain di Vietnam.

Sebuah jajak pendapat nasional yang dilakukan oleh kelompok hak-hak binatang tahun ini menemukan hanya sekitar 6,3 persen dari 600 orang Vietnam yang disurvei mengkonsumsi makhluk berkaki empat itu,  dengan 88 persen mendukung larangan.

Sementara warga yang menolak larangan tersebut berpendapat bahwa makan daging kucing sudah menjadi tradisi bagi mereka.

“Saya tidak berpikir siapa pun harus melarang makan daging anjing. Ini budaya kami,” kata penduduk Hanoi Phan Van Cuong kepada wartawan.

Pada tahun 2018, pejabat Hanoi mendorong orang untuk berhenti makan daging anjing karena merusak reputasi ibu kota dan ada masalah kesehatan yang dapat menyebabkan infeksi rabies yang mematikan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya