Berita

Tentara Ukraina/Net

Dunia

Laksamana Inggris: Jika Rusia Serang Ukraina, Akibatnya Lebih Dahsyat dari Perang Dunia II

JUMAT, 10 DESEMBER 2021 | 13:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah prediksi yang cukup mengerikan tentang kemungkinan serangan Rusia ke Ukraina disampaikan Kepala Angkatan Bersenjata Inggris, Laksamana Tony Radakin.

Radakin mengatakan pada Rabu (8/12), bahwa invasi Rusia skala penuh ke Ukraina dapat menyaingi dahsyatnya Perang Dunia Kedua.

"Signifikansi skenario terburuk dalam hal invasi penuh ke Ukraina akan berada pada skala yang tidak terlihat di Eropa sejak Perang Dunia II," kata Radakin dalam pidato pertamanya sejak menjabat Oktober lalu.


Mengacu pada tantangan China, Rusia, Iran dan Korea Utara, Radakin menekankan bahwa lanskap keamanan lebih kompleks dan berbahaya daripada yang pernah terjadi dalam 30 tahun terakhir.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa krisis yang disebabkan oleh pengerahan 90.000 tentara Rusia di perbatasan Ukraina, hampir delapan tahun setelah aneksasi Rusia atas Krimea, sangat mengkhawatirkan.

Pernyataannya muncul ketika Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan kepada Sky News bahwa Rusia harus siap kehilangan banyak tentara jika berani menyerang negaranya.

"Akan ada banyak tentara Rusia yang tewas" jika Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan untuk menyerang Ukraina," kata Kuleba, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (9/12).

"Mereka (sekutu) dapat menyerang secara ekonomi. Kami akan bertempur di lapangan. Saya minta maaf untuk mengatakan itu, tetapi akan ada banyak tentara Rusia yang tewas, dan kami berharap Presiden Putin tidak menginginkan itu terjadi," katanya.

Kuleba mengatakan negaranya bekerja sama dengan sekutunya untuk mencegah Kremlin tetapi mencatat bahwa tentara Ukraina sebenarnya mempunyai kemampuan untuk mempertahankan negara itu.

Moskow baru-baru ini mengumpulkan puluhan ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina. Langkah itu telah memicu kekhawatiran bahwa Rusia mungkin melakukan agresi militer. Menurut pejabat Ukraina, Moskow dapat memicu eskalasi skala besar pada Januari.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya