Berita

Vaksin Covid-19 Sinovac/Net

Kesehatan

WHO: Penerima Vaksin Covid-19 Inaktif Perlu Dapat Booster, Termasuk Sinovac?

JUMAT, 10 DESEMBER 2021 | 08:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rekomendasi penggunaan booster atau dosis ketiga vaksin Covid-19. Mereka yang harus menerima booster adalah orang-orang yang kekebalannya terganggu dan menerima vaksin Covid-19 yang inaktif.

Vaksin inaktif sendiri merupakan vaksin yang mengambil virus SARS-CoV-2 dan menonaktifkan atau membunuhnya menggunakan bahan kimia, panas atau radiasi. Metode ini digunakan oleh Sinovac Biotech milik China dan Bharat Biotech milik India.

Sinovac telah diberikan persetujuan penggunaan darurat oleh WHO. Tetapi muncul laporan bahwa kemanjurannya berkurang seiring waktu.


Dalam pengumuman pada Kamis (9/12) WHO tidak menyebutkan nama vaksin tertentu. Tetapi pada Oktober, WHO merekomendasikan agar orang di bawah 60 tahun yang menerima suntikan Sinopharm dan Sinovac harus mendapatkan dosis tambahan.

Dikutip Reuters, rekomendasi tersebut muncul setelah Kelompok Ahli Penasihat Strategis (SAGE) tentang imunisasi mengadakan pertemuan  untuk mengevaluasi kebutuhan booster Covid-19, dan sebagian besar sejalan dengan panduan yang diberikan pada bulan Oktober.

Ketua SAGE Alejandro Cravioto mengatakan vaksin memberikan tingkat perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah setidaknya selama enam bulan, meskipun data menunjukkan kekebalan berkurang terhadap penyakit parah pada orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.

"Untuk saat ini kami terus mendukung perlunya pemerataan distribusi (vaksin) dan penggunaan dosis ketiga hanya pada mereka yang bermasalah kesehatan atau orang yang telah menerima vaksin inaktif," katanya.

Direktur departemen imunisasi WHO, Kate O'Brien mengatakan, vaksin Covid-19 melindungi "sangat baik" selama enam bulan setelah dosis terakhir, dengan beberapa "pengurangan" kecil hingga sedang dalam kekebalan yang dihasilkan.

Beberapa negara termasuk Turki, Uni Emirat Arab dan Thailand telah memberikan suntikan booster kepada mereka yang diinokulasi dengan vaksin buatan China.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya