Berita

Ekonom Senior Didik J Rachbini/Repro

Politik

Gaduh Kereta Cepat, Didik J Rachbini: Zaman SBY Ditimbang Dulu, Pak Jokowi Langsung Tabrak

JUMAT, 10 DESEMBER 2021 | 07:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tidak ada tanda-tanda pemerintah untuk menghentikan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Pemerintah terlihat berambisi merealisasikan proyek yang ditaksir menelan anggaran Rp 113 triliun tersebut meski masih menuai pro dan kontra.

"Tidak ada tanda-tanda untuk berhenti. Pak Jokowi tidak akan berhenti. Kalau Pak Jokowi terus keras, apapun risikonya ya enggak apa-apa, itu kan satu karakter kepemimpinan. Masing-masing kepemimpinan punya risiko,” ucap ekonom senior Didik J Rachbini dalam diskusi virtual Tanya Jawab Cak Ulung bertema 'Kereta Cepat Jakarta Bandung Salah Koordinat?', Kamis (9/12).

Namun demikian, sikap keras Presiden Joko Widodo ini berbeda dengan kepemimpinan pemerintahan sebelumnya. Prof Didik lantas menyinggung era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Era Presiden SBY, proyek LRT di Jakarta dihentikan lantaran ada hitungan kerugian yang besar untuk negara.

Saat itu pun, jelas Prof Didik, Menkeu Sri Mulyani tegas menolak proyek tersebut. Ketegasan Sri Mulyani berbeda dengan era kini dalam menanggapi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Kalau Pak SBY ditimbang-timbang dulu, lama sekali. Kalau Pak Jokowi langsung saja tabrak. Jadi tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Ini jadi pelajaran bahwa kita dalam memutuskan hal-hal besar tidak boleh sembarangan,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya