Berita

Kamboja/Net

Dunia

AS Bombardir Kamboja dengan Embargo Senjata dan Pembatasan Ekspor

KAMIS, 09 DESEMBER 2021 | 18:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) mengumumkan pemberlakuan embargo senjata dan pembatasan ekspor baru untuk Kamboja lantaran semakin besarnya pengaruh China di negara Asia Tenggara tersebut.

Embago diumumkan oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan AS pada Rabu (8/12) untuk melawan pengaruh China, di mana Kamboja merupakan salah satu sekutu terpenting Beijing di kawasan itu.

"Kamboja terus mengizinkan RRC untuk memperlukan kehadiran militernya dan membangun fasilitas penggunaan eksklusif di Teluk Thailand meskipun ada permintaan dari pejabat AS," kata departemen.


Menurut Departemen Luar Negeri, Kamboja telah masuk ke dalam daftar hitam untuk ekspor senjata.

Kendati begitu dampak dari embargo senjata AS tidak jelas lantaran AS bukanlah pemasok senjata ke Kamboja.

Bulan lalu, AS juga telah memberikan sanksi kepada dua pejabat Kamboja atas korupsi di Pangkalan Angkatan Laut Ream. AS juga menyuarakan keprihatinan atas kurangnya transparansi dari konstruksi China.

Departemen Perdagangan juga mengeluarkan pembatasan ekspor baru yang akan membatasi akses ke barang-barang yang dapat digunakan oleh militer dan sipil, serta barang-barang militer dan pertahanan serta layanan yang kurang sensitif.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya