Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Curi Data, Kelompok GreenSpot asal Taiwan Lakukan Serangan Siber ke Lembaga Penelitian Dirgantara dan Militer China

KAMIS, 09 DESEMBER 2021 | 15:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kelompok penyerang siber asal Taiwan bernama GreenSpot dilaporkan telah meluncurkan serangan yang menargetkan dua kota besar China, Beijing dan Provinsi Fujian di China Timur.

Media corong Pemerintah China mengatakan pada Kamis (9/12) bahwa mereka menerima laporan tersebut dari perusahaan keamanan China ThreatBook pada Rabu (8/12).

Laporan tersebut menunjukkan bahwa GreenSpot mulai meluncurkan serangan siber pada tahun 2007 dan dikonfirmasi pada tahun 2013 berasal dari Taiwan.


"Ini terutama menargetkan lembaga pemerintah, dan lembaga penelitian ilmiah terkait kedirgantaraan dan militer untuk mencuri data bernilai tinggi dan informasi rahasia, dengan email spear phishing sebagai metode serangan pilihan mereka," tulis Global Times mengutip laporan.

GreenSpot meluncurkan serangan phishing skala besar di sejumlah universitas utama. Biasanya dengan tujuan mencuri informasi rahasia pengguna target baik untuk mengumpulkan intelijen atau untuk melepaskan Trojan horse.

Cha Han, manajer pusat respons penelitian keamanan siber dari perusahaan keamanan ThreatBook, mengatakan bahwa serangan yang ditargetkan yang ditangkap oleh GreenSpot tahun ini memiliki cakupan yang luas.

"Di antara mereka, 50 persen adalah universitas, dan masing-masing 15 persen dari lembaga penelitian ilmiah dan lembaga pemerintah. Serangan sibernya juga menargetkan bidang kedirgantaraan, energi, dan medis," katanya.

Ditanya mengapa universitas menjadi korban utama organisasi tersebut, Cha menjelaskan sebagian besar target serangan GreenSpot pada tahun 2021 melibatkan para peneliti yang mempelajari hubungan lintas-Selat.

Serangan yang ditargetkan terutama di Beijing dan Fujian, masing-masing menyumbang 53 persen dan 9 persen. Beijing adalah pusat politik dan ekonomi dan Fujian adalah tetangga dekat Taiwan, yang keduanya memiliki arti strategis yang besar.

Sejak paruh pertama tahun 2021, GreenSpot juga dilaporkan telah memalsukan nama domain untuk menyerang personel dalam layanan dan unit/individu terkait. Sasarannya adalah unit penelitian atau departemen yang terlibat dalam keamanan atau pembangunan nasional.

"GreenSpot menggunakan topik dan individu yang sedang tren untuk meluncurkan serangan yang ditargetkan. Misalnya, kelompok tersebut telah menggunakan topik terkait epidemi untuk melancarkan serangan sejak November," kata laporan itu.

Sebagai tindakan pencegahan, laporan tersebut menyarankan universitas, lembaga pemerintah, kedirgantaraan, penelitian ilmiah dan konstruksi pesisir di daratan meningkatkan kesadaran keamanan mereka.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya