Berita

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera/Net

Politik

Tiang Pancang KCJB Dibongkar, Ketua PKS: Ini Parah, Harus Diaudit!

KAMIS, 09 DESEMBER 2021 | 11:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pembongkaran tiang pancang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menyedot perhatian semua pihak.

Pasalnya, proyek KCJB menelan duit negara yang tidak sedikit. Bahkan terjadi pembengkakan biaya atau cost overrun sebesar 3,8 miliar dolar AS hingga 4,9 miliar miliar dolar atau setara Rp 54 triliun hingga Rp 69 triliun.

Atas dasar itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai kejadian tersebut sangat gawat dan harus dipertanggungjawabkan kepada publik.


Anggota Komisi II DPR RI ini meminta Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) untuk melakukan audit menyeluruh atas pembongkaran tiang pancang KCJB tersebut.

"Ini parah. Mesti diaudit. Dan diberi sangsi mereka yang bertanggung jawab. Bisa jadi ini fenomena gunung es. Uang rakyat mesti dijaga," tegas Mardani kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis (9/12).

Pembongkaran tiang pancang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dan viral di media sosial Twitter pada Rabu (8/12) diklarifikasi oleh PT Kereta Cepat Indo-China (KCIC).

Presiden Director PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi membenarkan bahwa pembongkaran dilakukan lantaran tiang pancang atau pier yang dipasang tidak sesuai koordinat.

"Tim Quality PT KCIC dan Konsultan Supervisi CDJO menemukan pergeseran alignment pekerjaan pier di DK46 dan menginstruksikan Kontraktor melakukan rework dan membongkarnya untuk dibangun kembali sesuai spesifikasi teknis yang sudah ditetapkan," ujar Dwiyana dalam keterangan tertulis kepada wartawan pada Rabu malam (8/12).

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya