Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Diplomat: Boikot AS Terhadap Olimpiade Beijing Hanya akan Merugikan Atlet

KAMIS, 09 DESEMBER 2021 | 07:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Boikot AS terhadap Olimpiade Beijing 2022  tidak akan mempengaruhi keberlangsungan acara tersebut.

Penasihat Kedutaan Besar China untuk Rusia Liu Mingche mengatakan, boikot tersebut adalah "penodaan yang tidak masuk akal terhadap semangat suci Olimpiade" dan akan merugikan para atlet.

"Boikot, yang dikompori AS akan merusak kepentingan atlet dan penggemar olahraga musim dingin, dan itu adalah penodaan  yang tidak masuk akal terhadap semangat Olimpiade," ujar Mingce, seperti dikutip dari TASS.


Upaya Washington untuk menganjurkan boikot diplomatik kepada negara-negara lain, adalah taktik yang sia-sia, katanya.

Beijing telah berulang kali menekankan bahwa politik dan olahraga tidak bercampur. Olimpiade sejatinya adalah acara olahraga, bukan panggung untuk pertunjukan atau skema politik.

Pada hari Senin, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengumumkan bahwa AS memutuskan untuk melakukan boikot diplomatik terhadap Olimpiade mendatang di China. Dikatakannya, dia mengklarifikasi bahwa ini tidak berlaku untuk atlet AS yang bisa ambil bagian dalam Olimpiade.

Seruan untuk memboikot Olimpiade di Beijing sebelumnya disuarakan oleh politisi dari Kanada, Norwegia dan Amerika Serikat serta oleh perwakilan dari sekitar 200 organisasi hak asasi manusia di seluruh dunia.

Alasan di balik permintaan boikot tersebut adalah dugaan represi massal China terhadap etnis Uyghur di Daerah Otonomi Uygur Xinjiang.
Olimpiade Musim Dingin 2022 di ibukota China, Beijing, dijadwalkan akan diadakan antara 4 dan 20 Februari, sedangkan Paralimpiade Musim Dingin akan diadakan pada 4-13 Maret.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya