Berita

Tes Covid-19 Omicron/Net

Kesehatan

WHO: Omicron Sudah Ditemukan di 57 Negara

RABU, 08 DESEMBER 2021 | 18:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Varian baru virus corona B.1.1.529 atau yang lebih dikenal dengan Omicron telah ditemukan di sebanyak 57 negara di dunia.

Demikian data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan mingguannya yang dirilis pada Rabu (8/12), seperti dikutip Reuters. WHO menyebut jumlah pasien yang membutuhkan perawatan rumah sakit juga diperkirakan meningkat.

WHO mengatakan, masih membutuhkan data yang lebih banyak untuk meninjau keparahan yang diakibatkan oleh Omicron, dan apakah mutasinya dapat mengurangi efektivitas vaksin yang tersedia.


"Meski tingkat keparahan kemungkinan sama atau bahkan lebih rendah daripada varian Delta, namun jumlah kasus yang membutuhkan penanganan rumah sakit diperkirakan meningkat," jelas WHO.
 
Badan tersebut menjelaskan, jika ada lebih banyak orang yang terinfeksi, maka akan ada jeda waktu antara peningkatan kejadian kasus dan peningkatan kematian.

Varian Omicron pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada 24 November. Dua hari kemudian, WHO menggelar pertemuan darurat dan memasukkan Omicron sebagai salah satu varian yang perlu mendapatkan perhatian.

Di Afrika Selatan, Omicron menjadi faktor penyebab peningkatan kasus Covid-19. Bahkan dalam sepekan, Afrika Selatan melaporkan penggandaan kasus hingga mencapai 62 ribu.

Peningkatan kasus Covid-19 akibat Omicron juga terjadi di Eswatini, Zimbabwe, Mozambique, Namibia, dan Lesotho.

Mengacu pada risiko infeksi ulang, WHO mengatakan analisis awal menunjukkan bahwa mutasi yang ada dalam varian Omicron dapat mengurangi aktivitas penetralan antibodi yang mengakibatkan berkurangnya perlindungan dari kekebalan alami.

"Ada kebutuhan lebih banyak data untuk menilai apakah mutasi yang ada pada varian Omicron dapat mengakibatkan berkurangnya perlindungan dari kekebalan yang diturunkan dari vaksin dan data tentang efektivitas vaksin, termasuk penggunaan dosis vaksinasi tambahan," demikian WHO.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya