Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

DPR AS Loloskan Anggaran Pertahanan 2022, Capai 768 Miliar Dolar

RABU, 08 DESEMBER 2021 | 12:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS) telah meloloskan National Defense Authorization Act (NDAA) atau RUU Otorisasi Pertahanan Nasional untuk tahun 2022 yang berisi anggaran pertahanan senilai 768 miliar dolar AS.

Pada Selasa malam (7/12) waktu setempat, NDAA lolos dengan suara 363 berbanding 70, sehingga dapat dilanjutkan ke Senat untuk dipertimbangkan.

Berdasarkan NDAA, alokasi anggaran senilai 7,1 miliar dolar AS ditujukan untuk operasi di kawasan Indo-Pasifik demi mengatasi tantangan dari China.


NDAA juga ditujukan untuk memperkuat pertahanan AS dalam melawan operasi pengaruh Rusia yang menargetkan aliansi militer Amerika.

Kendati begitu, NDAA sendiri tidak berisi sanksi AS terhadap Rusia atas proyek pipa Nord Stream 2, meski sebelumnya ada upaya dari anggota parlemen untuk memasukannya.

NDAA juga mencakup dana 4 miliar dolar AS sebagai Inisiatif Pencegahan Eropa yang digunakan untuk mendukung upaya menghalangi kegiatan Rusia di Eropa.

Pada akhir November, pemerintahan Joe Biden mengecam Partai Republik karena memblokir NDAA yang berisi lebih banyak sanksi untuk Rusia. Namun kemudian RUU tersebut direvisi, seperti dikutip Politico.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya