Berita

Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo/Net

Politik

Rahmad Handoyo: Tetap Waspada dan Tidak Euforia, Walau PPKM Level 3 Batal

RABU, 08 DESEMBER 2021 | 11:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pembatalan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak perlu disambut dengan euforia yang berlebihan.

Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo meminta agar masyarakat tetap membatasi aktivitas dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat selama Nataru.

"Kepada masyarakat luas, meskipun saat ini telah disampaikan untuk tidak ada level nasional agar masyarakat tidak lengah, tidak euforia dan tetap waspada," kata Rahmad Handoyo kepada wartawan, Rabu (8/12).


Pembatasan aktivitas dengan tidak bepergian jauh dan berkerumun, bagi legislator PDI Perjuangan ini, masyarakat sejatinya telah membantu pemerintah dalam mengantisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19.

"Dan ini harus menjadi tugas kita semua pihak antisipasi gelombang ketiga," terangnya.

Dia juga menekankan, sekalipun tanpa kebijakan nasional PPKM level 3, setiap kepala daerah dapat menyesuaikan kebijakan pembatasan sesuai kondisi wilayah masing-masing.

"Artinya masing-masing daerah yang akan menjadi panglima pengendalian Covid di daerahnya melalui pengetatan liburan nataru di setiap daerah," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya