Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pengamat Inggris: Boikot Olimpiade Beijing Bagaikan Kompetisi antara AS dan China untuk Prestise Global.

RABU, 08 DESEMBER 2021 | 08:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika telah menyatakan boikot diplomatik atas penyelenggaraan Olimpiade Beijing 2022 pada Senin malam (6/12), dengan pelanggaran hak asasi manusia menjadi alasan utama Washington.

Tom Fowdy, penulis asal Inggris yang juga analis politik dan hubungan internasional dengan fokus utama di Asia Timur, mengatakan apa yang dilakukan AS akan berakhir dengan kesia-siaan.

"Boikot diplomatik Amerika terhadap Olimpiade Beijing, meskipun praktis merupakan protes yang hampir tidak ada gunanya, hanya akan menginspirasi China untuk membuat Olimpiade Musim Dingin 2022 menjadi sukses yang lebih besar," katanya dalam komentar yang dimuat Russian Today, Selasa (7/12).


Dengan boikot tersebut artinya AS tidak akan mengirim perwakilan resmi ke Beijing, sementara para atlet masih bisa mengikuti pertandingan.

Fowdy mengatakan bahwa inti dari Olimpiade adalah kompetisi, tetapi sekarang ada satu lagi yang dimainkan, yaitu kompetisi antara AS dan China untuk prestise global.

"China berusaha untuk menampilkan acara tersebut, dengan Beijing menjadi satu-satunya kota yang menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas dan musim dingin, sebagai pembenaran atas perkembangan pesat mereka, peningkatan status global dan pencapaian nasional mereka," kata Fowdy.

"AS, di sisi lain, sekarang melihat menyabotase upaya ini sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas untuk mencoba dan menggagalkan kebangkitan China, berusaha untuk menetapkan norma, aturan, dan standar internasional sejalan dengan apa yang Washington ingin agar Beijing tunduk," katanya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya