Berita

Para pengunjuk rasa menuntut kenaikan upah dan perlindungan yang lebih baik atas hak-hak pekerja, di Brussel, Senin 6 Desember 2021/Net

Dunia

Tuntut Naik Gaji, Ribuan Aktivis Serikat Pekerja Belgia Turun ke Jalan

SELASA, 07 DESEMBER 2021 | 09:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

. Jalan-jalan di Brussel, Liege, dan kota-kota lainnya di Belgia, pada Senin (6/12) dipadati oleh ribuan pengunjuk rasa. Mereka meneriakkan protes terhadap Undang Undang 1996 tentang standar upah.

Diperkirakan sekitar 6.000 aktivis serikat pekerja terjun dalam aksi yang menuntut kenaikan upah. Keluhan utama para pengunjuk rasa berasal dari gaji yang stagnan, yang tidak sejalan dengan kenaikan biaya hidup yang berasal dari inflasi yang mendekati rekor pada bulan November sebesar 5,64 persen.

"Ini pesan kami untuk pemerintah dan pengusaha," kata Jean-Michel Cappoen, Sekretaris Jenderal SETCa, serikat pekerja Belgia yang memiliki 425.000 anggota.


“Masalah utamanya adalah daya beli yang sangat terbatas. Praktis tidak mungkin mengharapkan kenaikan gaji. Ada undang-undang yang menghalangi ini. Kami di sini untuk mengecam undang-undang ini – terutama dalam konteks kenaikan harga energi, yang mempengaruhi semua negara," katanya, seperti dikutip dari CGTN, Selasa (7/12).

Aktivis juga menyerukan agar para pengusaha dan pemerintah memperhatikan situasi agar daya beli masyarakat bisa meningkat.
"Tidak ada negosiasi untuk meningkatkan daya beli kami. Tidak ada satu pun majikan yang membuka pintu mereka untuk menaikkan gaji kami," kata Yvonne, seorang anggota serikat pekerja FGTB.

Lainnya menyuarakan keprihatinan atas penurunan kekuatan negosiasi oleh serikat pekerja dan perubahan kekuatan tawar mereka.

"Kita harus mendapatkan pengakuan yang lebih baik dari pengusaha, tetapi juga dari bidang politik," kata anggota serikat pekerja FGTB lainnya kepada CGTN Eropa.

Organisasi yang mewakili perusahaan dengan cepat menolak klaim serikat pekerja dan menyarankan tuntutan demonstran "mengabaikan realitas" ekonomi saat ini.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya