Berita

Menteri BUMN Erick Thohir/Net

Politik

Ini Penjelasan Erick Thohir tentang Investor China Batal Tanam Saham di Krakatau Steel

SELASA, 07 DESEMBER 2021 | 08:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pendanaan pabrik yang dinilai kemahalan menjadi alasan investor China mundur dari proyek blast furnace atau peleburan tanur tinggi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS).

Menteri BUMN Erick Thohir mengurai bahwa pihaknya selaku pemegang saham sudah bernegosiasi dengan investor China. Mereka, kata Erick, berniat mengambil alih proyek blast furnace. Hanya saja, proyek ini membutuhkan perbaikan total yang mengharuskan dana investasi mereka bertambah.

“Cuma nggak jadi karena baja lagi naik harganya. Jadi, untuk membangun pabriknya mereka butuh dua kali lipat, jadi mereka mundur," ujarnya, Senin (6/12).


Erick mengurai bahwa harga baja dunia mengharuskan pengelola mengeluarkan dana jumbo untuk membangun pabrik. Bahkan dana yang dikeluarkan dua kali lipat dari harga konstruksi pabrik sebelumnya.

Hal itu membuat investor China memutuskan mundur dari kerja sama sebagai mitra kerja Krakatau Steel, selaku pemilik proyek peleburan tanur tinggi tersebut.

Krakatau Steel sendiri sudah mendapat restu dari Erick Thohir untuk melanjutkan proyek peleburan tanur tinggi, yang telah dihentikan pada 5 Desember 2019 lalu. Penghentian kala itu dilakukan karena pabrik gagal menghasilkan baja yang kompetitif di pasaran. Di satu sisi, biaya operasional pabrik tercatat tinggi.

Per 2011, dana sebanyak 714 juta dolar AS atau sekitar Rp 10 triliun telah digelontorkan untuk proyek ini. Sejak saat itu juga, proyek ini serba salah. Sebab proyek ini diperkirakan merugikan perusahaan senilai Rp 1,3 triliun setiap tahunnya. Sementara jika dihentikan, maka sama saja Krakatau Steel kehilangan dana sekitar Rp 10 triliun.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya