Berita

Erick Thohir jadi Capres potensial dari klaster menteri/Net

Politik

Berprestasi, Erick Thohir Capres Potensial dari Klaster Menteri

SENIN, 06 DESEMBER 2021 | 16:59 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Punya capaian prestasi yang mumpuni, menjadi modal yang baik bagi Menteri BUMN Erick Thohir untuk menatap pencalonan presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Direktur Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai, sosok Erick Thohir sebagai kandidat calon presiden paling kuat dari klaster menteri yang potensial untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024.

"Prestasi dan capaian Erick Thohir saat ini adalah bagian dari bonus elektoral modal untuk Pilpres 2024," kata Pangi dalam keterangan kepada wartawan, Senin (6/12).  


Berdasarkan data yang dirilis Voxpol pada April 2021, kata Pangi, Erick Thohir adalah salah satu Menteri Jokowi dengan kinerja yang dianggap publik terbaik.

Pada survei itu juga, simulasi Voxpol Center menempatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jika dipasangkan dengan Erick Thohir sebagai calon duet terkuat pada Pilpres 2024.

Hasil survei Voxpol juga diperkuat survei nasional Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada Minggu (5/12).

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, hasil surveinya menunjukkan simulasi duet Ganjar-Erick mengungguli Prabowo Subianto-Puan Maharani serta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Hasilnya, Ganjar-Erick mendapat dukungan tertinggi 31,1 persen. Anies-Sandi sebanyak 30,8 persen dan Prabowo-Puan sebesar 28,1 persen. Sedangkan, tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 10 persen," kata Burhanuddin Muhtadi.

Walau begitu, tingkat elektabilitas Erick ini juga memunculkan risiko munculnya serangan personal kepada menteri andalan Jokowi itu.

Hal ini menjadi pandangan pakar komunikasi Fatimah Ibtisam yang mengamati semakin massifnya Erick diserang sejumlah isu dan kabar hoax di media sosial, seperti isu soal PCR.

"Sebenarnya fitnah semacam ini bukan hal baru, kerap menimpa tokoh penting atau pemimpin. Jika diamati narasi hoax-nya pun mirip. Sehingga sebenarnya cukup mudah bagi masyarakat untuk menilai mana yang kritik dan yang mana serangan personal  berupa hoax," tandasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya