Berita

Pengunjuk rasa terluka di samping ambulans setelah tindakan keras terhadap demonstrasi oleh pasukan keamanan di Yangon pada Minggu 5 Desember 2021/Net

Dunia

Lima Pendemo Tewas Diseruduk Mobil Aparat Myanmar

SENIN, 06 DESEMBER 2021 | 07:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tindakan agresif aparat militer Myanmar terhadap protes anti-kudeta pada Minggu pagi (5/12) di Yangon akhirnya memakan korban jiwa. Media lokal Myanmar Now melaporkan ada sebanyak lima orang tewas dan 15 lainnya ditangkap di pagi berdarah itu.

Pemerintah Persatuan Nasional dalam sebuah pernyataan yang diposting di media sosial menyatakan kecamannya atas tindakan keji aparat militer yang dengan sengaja menabrak para pendemo dengan mobil.

“Kami akan sangat menanggapi militer teroris yang secara brutal, tidak manusiawi membunuh para pengunjuk rasa damai yang tidak bersenjata,” kata kementerian, seperti dikutip dari Reuters.


Saksi mata mengatakan, militer mengadang para peserta demo saat unjuk rasa dimulai dengan kendaraan. Kemudian, tanpa peringatan sebelumnya, kendaraan itu bergerak ke arah mendemo dan menabraknya.

“Saya tertabrak dan jatuh di depan truk. Seorang tentara memukuli saya dengan senapannya tetapi saya membela dan mendorongnya ke belakang. Kemudian dia langsung menembak saya karena saya melarikan diri dengan pola zig-zag. Untung saya lolos,” ujar seorang pengunjuk rasa yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena alasan keamanan mengatakan kepada Reuters melalui telepon.

Dua saksi lainnya mengatakan mobil yang menabrak mereka ditumpangi para tentara, mengikuti pengunjuk rasa yang tersebar menangkap dan memukuli mereka. Beberapa terluka parah dengan luka di kepala dan tidak sadarkan diri, menurut para saksi.

Protes anti-militer terus berlanjut sejak kudeta 1 Februari, lebih dari 1.300 orang dilaporkan tewas sejak itu. Protes yang tersebar seringkali merupakan kelompok kecil yang menyuarakan penentangan terhadap penggulingan pemerintahan terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel Aung San Suu Kyi dan kembalinya kekuasaan militer.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya