Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Survei Indikator: Tamatan SD Hingga Akademisi Tolak Jokowi Tiga Periode

MINGGU, 05 DESEMBER 2021 | 23:01 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Wacana Joko Widodo menjadi Presiden untuk yang ketiga kalinya ternyata banyak penolakan. Hasil survei Indikator Politik Indonesia, memotret semakin tinggi pendidikan seseorang menolak Presiden Joko Widodo untuk maju kembali sebagai calon presiden di Pilpres 2024 yang akan datang.

Demkian disampaikan Direktur Eksekutif Survei Indikator Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat menyampaikan hasil surveinya secara virtual terkait kinerja presiden, pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19 dan peta elektoral terkini, Minggu (5/12).

Dalam hasil temuannya disebutkan, pada jenjang pendidikan masyarakat setingkat SD hanya 44,9 persen yang setuju Jokowi tiga periode, sedangkan 49,7 persen tidak setuju. Untuk setingkat SMP/SLTA hanyak 43.9 persen yang setuju, dan 52,2 persen yang menolak atau kurang setuju Jokowi tiga periode.


Selanjutnya untuk tingkat SMA/SLTA hanya 36.8 persen yang setuju atau sangat setuju Presiden Jokowi tiga periode, namun 59.9 persen kurang atau menolak tiga periode. Jenjang perkuliahan atau akademisi yang setuju Jokowi tiga periode hanya 17.9 persen, sebanyak 80.1 persen kurang atau menolak penambahan periode kepemimpinan Jokowi.

Adapun dari tingkat pekerjaannya, petani, buruh kasar, pekerja tidak tetap, supir ojek, PKL dan pengangguran tidak setuju Presiden Joko Widodo tiga periode sebanyak 56.0 persen. Sebanyak 66.5 persen dari kalangan pegawai, wiraswasta, guru, dosen, tidak setuju atau menolak Presiden Jokowi tiga periode. Ibu rumah tangga pun tidak setuju Jokowi tiga periode, sebanyak 58.4 persen.

Hasil temuan survei Indikator Indonesia ini dilakukan dalam metode multistage random sampling, dengan total sampel 2020 responden dengan perincian sampel basis sebanyak 1.220 orang dan over sample sebanyak 800 responden di sepuluh provinsi yang ada di Pulau Sumatera dengan margin error kurang lebih 2,9 persen.



Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya