Berita

Pasukan China di Tibet/Net

Dunia

70 Tahun Invasi Tibet, China Makin Gencar Melancarkan Genosida Budaya

MINGGU, 05 DESEMBER 2021 | 13:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tujuh dekade sudah China memasukkan Tibet ke dalam petanya setelah invasi yang dimulai pada 1950. Meski sudah cukup lama, China tampanya belum berhasil menguasai Tibet secara budaya.

Baru-baru ini, Partai Komunis China (PKC) menerapkan "Buddhisme Tibet dengan Karakter Sosialis" yang merupakan filosofi dari Presiden Xi Jinping.

Menurut Policy Research Group (PRG), PKC juga melarang kegiatan dan praktik seperti kunjungan ke kuil Tibet, 'Kora' (berputar-putar) di kuil atau Stupa, dan memegang rosario atau 'Mani' (roda doa Tibet).


Dikutip ANI News, PKC pun melarang warga Tibet melakukan doa di altar keluarga, menggunakan tasbih digital, hingga mendengarkan doa di ponsel.

Hal itu tertuang dalam sebuah Kode Etik yang mencantumkan sejumlah hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan anggota PKC.

Sekretaris Jenderal Kongres Pemuda Tibet (TYC), Sonam Tsering berpendapat langkah-langkah tersebut dilakukan PKC untuk menghilangkan identitas Tibet.

“Fakta bahwa PKC harus mengeluarkan kode etik untuk menghentikan kader Komunis dan pejabat Tibet dari mempraktikkan agama membuktikan bahwa mereka telah gagal menghapus identitas Tibet dan pengaruh agama Buddha dari hati mereka meskipun tujuh dekade pemerintahan kolonial atas Tibet," kata Sonam Tsering.

Ia menegaskan, orang Tibet telah menolak untuk menerima aturan dan dominasi China.

Salah satu langkah yang mendapatkan banyak perhatian dunia adalah keputusan pihak berwenang untuk melarang menggunaan Bahasa Tibet di sekolah-sekolah di Lhasa sebagai bagian dari filosofi "Buddhisme Tibet dengan Karakter Sosialis".

China juga mengganti Bahasa Tibet menjadi Bahasa Mandarin sebagai satu-satunya bahasa pengantar di sekolah.

Kongres Rakyat Daerah Otonomi Tibet (TAR) ke-11 pada tahun 2020 juga peraturan baru untuk Tibet yang mewajibkan otoritas pengendali Tibet untuk menetapkan daerah model untuk persatuan dan kemajuan nasional di TAR.

Sementara itu, dalam kunjungan mendadaknya ke Tibet pada bulan Juli, Presiden Xi menginstruksikan para kader dan pejabat PKC untuk mempromosikan "Buddhisme Tibet dengan Karakter Sosialis".

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya