Berita

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken/Net

Dunia

Blinken Ingatkan Pemimpin China Agar Tidak Memicu Krisis di Selat Taiwan

SABTU, 04 DESEMBER 2021 | 09:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengingatkan agar para pemimpin China berhati-hati dan tidak memicu krisis di Selat Taiwan untuk menghindari konsekuensi yang mengerikan.

Berbicara pada konferensi Reuters Next pada Jumat (3/12), Blinken juga kembali menegaskan komitmen Amerika Serikat untuk mendukung Taiwan membela diri dari setiap provokasi yang dilakukan China untuk mengubah status quo atas pulau yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya.

“Sekali lagi, saya berharap para pemimpin China berpikir dengan sangat hati-hati tentang hal ini dan tidak memicu krisis yang, menurut saya, akan memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi banyak orang, dan tidak ada kepentingan siapa pun, dimulai dengan China,” kata Blinken, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (4/12).


Ditanya secara khusus apakah Amerika Serikat dapat berkomitmen untuk mengirim pasukan militer jika terjadi invasi, Blinken mengatakan: “Kami sudah sangat jelas dan konsisten, selama bertahun-tahun bahwa kami berkomitmen untuk memastikan bahwa Taiwan memiliki sarana untuk mempertahankan diri. sendiri dan kami akan terus memenuhi komitmen itu.”

Beijing terus meningkatkan upaya militer dan diplomatiknya untuk menguasai Taiwan dengan cara mengisolasinya dari dunia internasional, sementara Pemerintahan Presiden AS Joe Biden berusaha untuk mengukir lebih banyak ruang bagi pulau itu dalam sistem internasional.

Oktober lalu Biden sempat menyebabkan kegemparan ketika dia mengatakan Amerika Serikat, yang diwajibkan oleh undang-undang 1979 untuk memberi Taiwan sarana untuk membela diri, akan datang ke pertahanan Taiwan jika China menyerang.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah bersumpah untuk mempertahankan pulau itu, dan mengatakan hanya rakyatnya yang dapat memutuskan masa depannya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya