Berita

Jet tempur Rafale Prancis/Net

Dunia

UEA Pesan 80 Jet Tempur Rafale dan 12 Helikopter Super Puma Prancis Senilai Rp 278 Triliun

SABTU, 04 DESEMBER 2021 | 07:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kerja sama politik dan ekonomi antara Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dan Prancis kembali dikukuhkan dengan penandatanganan kontrak senjata senilai 17 miliar euro (setara 278 triliun rupiah).

Melalui kesepakatan yang ditandatangani Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan (MBZ) dan Macron tersebut, UEA akan mendapatkan 80 jet tempur Rafale dan 12 buah helikopter militer dari Prancis.

Penjualan luar negeri terbesar dari pesawat tempur Prancis itu disegel ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron memulai perjalanan dua hari ke Teluk, di mana ia juga akan mengunjungi Qatar dan Arab Saudi.


Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Florence Parly mengatakan bahwa kontrak antara dua negara tersebut adalah sebuah "sejarah".

Sementara Kepresidenan Prancis dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa, “Kontrak ini memperkuat kemitraan strategis yang lebih kuat dari sebelumnya dan secara langsung berkontribusi pada stabilitas regional," seperti dikutip dari Al-Arabiya, Sabtu (4/12).

Ini adalah pembelian massal terbesar Rafale buatan Dassault, selain oleh tentara Prancis sendiri. Pembelian skala besar ini terjadi setelah kesepakatan di Yunani, Mesir, dan Kroasia, tahun ini.

Selain Rafale, Abu Dhabi juga memesan 12 helikopter Caracal. Ini adalah nama kode Prancis untuk H225M, versi militer multiperan dari Super Puma.

Negosiasi on-off untuk jet tempur Rafale memakan waktu lebih dari satu dekade dengan Abu Dhabi secara terbuka menolak tawaran Prancis untuk memasok 60 jet Rafale pada tahun 2011 sebagai “tidak kompetitif dan tidak dapat dijalankan.” Abu Dhabi sudah memiliki pesawat tempur Mirage 2000 buatan Prancis.

Sumber-sumber pertahanan mengatakan Rafale akan menggantikan armada Mirage 2000 tetapi tidak mungkin menggantikan F-35 buatan Amerika karena UEA terus melindungi keamanannya dengan dua pemasok utama, Prancis dan Amerika Serikat.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya