Berita

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga/Net

Politik

Anies Tak Untung Dompleng Kelompok 212 untuk Maju Pipres 2024

JUMAT, 03 DESEMBER 2021 | 14:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Beberapa pihak yang mengait-ngaitkan Reuni 212 dengan Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam hal kepentingan politik Pilpres.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai, isu yang dilempar oleh sejumlah pihak tersebut hanya bersifat tudingan itu.

Sebab, dia sendiri tidak melihat ada dasar, fakta, dan data yang akurat tentang keterkaitan Reuni 212 dengan Anies Baswedan. Sehingga isu tersebut hanya didasarkan pada asumsi belaka.


"Apalagi peserta Reuni 212 bukanlah pihak yang dapat mengusung seseorang menjadi capres atau cawapres. Karena itu, tidak ada untungnya bagi Anies untuk mendompleng dalam Reuni 212," kata Jamiluddin dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (3/12).

Di samping itu, Jamilluddin tak menemukan fakta dukungan kelompok Reuni 212 pada saat Aksi Super Damai 212 yang terselenggara pada Kamis kemarin (2/12).

Karena, dia tidak mendengar ada orator atau aksi massa yang menyuarakan soal Pilpres 2024, termasuk soal figur capres dan cawapres yang akan diusung oleh mereka, bahkan nama Anies tidak muncul dalam momentum aksi 212 tersebut.

"Jadi, memang tidak ada cukup bukti untuk menyatakan Reuni 212 kental dengan kepentingan pencapresan Anies," tuturnya.

Maka dari itu, Jamiluddin berkesimpulan bahwa isu yang menyeruak ke permukaan baru-baru ini, terkait Anies dan 212, hanya sebagai permainan pihak-pihak yang selama ini teridentifikasi berseberangan dengan Anies.

"Kelompok tersebut memang selalu mengaitkan Anies dalam konotasi negatif bila ada kelompok Islam di luar NU dan Muhammadiyah yang melakukan aksi di Jakarta," sambungnya.

Ditambahkan Jamiluddin, pihak-pihak yang berasumsi Anies memanfaatkan kelompok 212 untuk maju di Pilpres 2024 hanya sebuah sikap yang didasarkan pada kebencian. Mereka, kata Dekan FIKOM IISIP Jakarta 1996-1999 ini, memberi stigma negatif kepada Anies tanpa didukung fakta akurat.

"Peristiwa seperti Reuni 212 kerap dijadikan pembenaran sikap awal mereka yang penuh kebencian itu. Karena itu, sikap Anies yang tidak pernah merespon tudingan mereka sudah tepat," tuturnya.

"Anies membiarkan mereka seperti anjing menggonggong yang dampaknya memang tidak besar. Hal itu terbukti dengan tetap tingginya elektabilitas Anies dalam setiap hasil survei dari lembaga survei yang kredibel," demikian Jamiluddin.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya