Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Lacak Omicron, WHO Kirim Tim Khusus ke Afrika Selatan

JUMAT, 03 DESEMBER 2021 | 09:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah tim ahli dikerahkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke Afrika Selatan yang menjadi pusat varian baru viru corona B.1.1.529 atau Omicron.

Direktur Darurat WHO untuk Afrika Dr Salam Gueye pada Kamis (2/12) mengatakan, tim dikerahkan ke Provinsi Gauteng, Afrika Selatan untuk meningkatkan tindakan pengawasan dan upaya pelacakan kontak.

"Kami mengerahkan tim khusus di Provinsi Gauteng untuk mendukung pengawasan dan pelacakan kontak," ujarnya, seperti dikutip PTI.


Ia juga mengatakan, tim WHO juga telah berada di Afrika Selatan untuk mengurutkan genom.

Pada Kamis, sekitar 11.500 kasus baru Covid-19 muncul, naik dari 8.500 kasus pada sehari sebelumnya.

Angka tersebut meroket dari pertengahan November, dengan hanya 200 hingga 300 kasus Covid-19 yang dilaporkan setiap hari.

Varian Omicron pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan pada 24 November. Dua hari kemudian, 26 November, WHO menggelar pertemuan darurat dan memasukkan Omicron sebagai varian yang perlu mendapatkan perhatian.

Sejauh ini, WHO menyebut, Omicron telah terdeteksi di setidaknya 24 negara di dunia.

Di Afrika Selatan sendiri, Provinsi Gauteng yang merupakan pusat ekonomi menjadi titik penyebaran Omicron dan telah menyumbang hampir 80 persen dari infeksi selama seminggu terakhir.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya