Berita

Kapal Penjaga Pantai China/Net

Dunia

Kompak, AS dan Uni Eropa Soroti Agresivitas China di Laut China Selatan

JUMAT, 03 DESEMBER 2021 | 08:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa menyatakan keprihatinan atas tindakan China di Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Selat Taiwan.

Keprihatinan itu diutarakan dalam pernyataan bersama menyusul pembicaraan antara Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman dan Sekretaris Jenderal Layanan Tindakan Eksternal Eropa Stefano Sannino pada Kamis (2/12).

Dikutip Reuters, pernyataan itu dikeluarkan setelah pertemuan kedua Dialog AS-Uni Eropa tentang China.


Pernyataan bersama itu menyebutkan kedua belah pihak membahas pelanggaran yang dilakukan oleh China di Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Taiwan. Termasuk juga penindasan agama minoritas di Xinjiang dan Tibet, serta erosi otonomi di Hong Kong.

"Mereka menyatakan keprihatinan yang kuat atas tindakan bermasalah dan sepihak China di Laut China Selatan dan Timur dan Selat Taiwan yang merusak perdamaian dan keamanan di kawasan itu dan berdampak langsung pada keamanan dan kemakmuran Amerika Serikat dan Uni Eropa," begitu isi pernyataan tersebut.

Sherman dan Sannino akan melanjutkan diskusi terkait China dengan konsultasi tingkat tinggi di Indo-Pasifik pada Jumat (3/12).

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah menekankan pentingnya bekerja sama dengan sekutu dan mitra dalam melawan kekuatan China yang tumbuh dan perilaku yang semakin agresif di seluruh dunia.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya