Berita

Upacara peresmian Barbados menjadi negara republik/Net

Dunia

Tinggalkan Ratu Elizabeth, Barbados Jatuh ke Pelukan Xi Jinping?

KAMIS, 02 DESEMBER 2021 | 17:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keputusan Barbados untuk pergi dari naungan Kerajaan Inggris dan menjadi republik dinilai tidak terlepas dari campur tangan China.

Surat kabar Inggris, The Spectator, berspekulasi bahwa keputusan Barbados untuk mencopot Ratu Elizabeth II sebagai kepala negara ada hubungannya dengan investasi China.

Menurut laporan The Spectator, Barbados telah menandatangani Belt and Road Initiatives (BRI), bahkan sebuah kantor untuk memfasilitasi investasi di Barbados sudah dibuka di Beijing.


"Perdana Menteri (Barbados) Mia Mottley menyebut Presiden Xi (Jinping) 'sangat menarik'," tulis media Inggris itu.

Selain itu, laporan tersebut juga menyoroti sumbangan Beijing bernilai jutaan dolar untuk angkatan bersenjata di negara Karibia tersebut. Bahkan saat ini Barbados juga telah mengirim perwiranya untuk pelatihan militer ke China.

Barbados mendaftar untuk BRI pada tahun 2019 hampir bersama dengan negara-negara Karibia lainnya yang mempertimbangkan tawaran China. Beijing disebut telah menggelontorkan hampir 530 juta dolar AS di negara-negara kepulauan di Karibia untuk proyek infrastruktur.

Ketika dimintai tanggapan perihal laporan The Spectator, penasihat PM Mottley untuk investasi, Avinash Persuad mengecamnya.

"Barbados adalah negara berdaulat yang merdeka dan kami dengan giat mempertahankan kemerdekaan kami. Secara finansial kami tidak terikat pada satu pemain tertentu dan kami akan memastikan bahwa kami tidak, karena itu akan memengaruhi kemampuan kita untuk membela apa yang benar ketika kita membutuhkannya," terang Persuad.

Barbados secara resmi berubah menjadi republik setelah 50 tahun berada dalam naungan negara persemakmuran dalam sebuah upacara Selasa (30/11). Dengan perubahan tersebut, Barbados mengangkat Sandra Mason sebagai presiden pertamanya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya