Berita

Pertemuan antara Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Suh Wook/Net

Dunia

Korut Tolak Berdialog, AS-Korsel Siapkan Strategi Perang Darurat Baru

KAMIS, 02 DESEMBER 2021 | 14:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan tengah meninjau rencana baru perang darurat seiring dengan perkembangan militer Korea Utara. Pada saat yang sama, Washington juga mendorong Pyongyang untuk kembali ke jalur diplomasi.

Demikian yang diungkap oleh Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin setelah melakukan pertemuan dengan mitranya dari Korea Selatan, Suh Wook, di Seoul pada Kamis (2/12).

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Angkatan Darat AS Mark Milley. Itu adalah dialog militer tahunan pertama antara AS dan Korea Selatan di bawah pemerintahan Joe Biden, dan terakhir di bawah pemerintahan Moon Jaein.


Dikutip dari Reuters, Suh mengatakan, lingkungan keamanan yang berubah mendorong AS dan Korea Selatan untuk setuju memperbarui perencanaan operasional lama untuk potensi konflik dengan Korea Utara, serta meninjau komando militer gabungan mereka.

Untuk itu, Suh menyebut kedua pihak membuat kemajuan dalam memenuhi syarat untuk transfer OPCON (kontrol operasional) ke Korea Selatan.

OPCON sendiri merupakan kewenangan yang dapat diberikan oleh AS kepada Korea Selatan untuk dapat memerintah pasukannya yang berada di negara tersebut ketika terjadi perang.

AS menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan sebagai warisan Perang Korea 1950-1953, yang berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.

"Amerika Serikat telah berjanji untuk mempertahankan tingkat pasukan AS saat ini di Korea Selatan," tambah Suh.

Pekan ini, Pentagon merilis tinjauan postur global yang menyerukan kerjasama tambahan dengan sekutu dan mitra untuk mencegah potensi agresi militer China dan ancaman dari Korea Utara, termasuk keputusan  untuk secara permanen menempatkan skuadron helikopter serang dan markas divisi artileri di Korea Selatan.

Di sisi lain, Austin mengatakan, AS terus meminta Korea Utara untuk terlibat dialog dan diplomasi sebagai pendekatan terbaik.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya