Berita

Taliban/Net

Dunia

Taliban dan Junta Myanmar Belum Diberi Kursi di PBB

KAMIS, 02 DESEMBER 2021 | 10:03 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Taliban di Afghanistan dan pemerintahan militer di Myanmar belum diizinkan untuk mewakili dua negaranya di badan-badan internasional.

Itu dilakukan seiring dengan penundaan keputusan dari komite kredensial Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ketika bertemu di markas PBB pada Rabu (1/12).

Komite tersebut beranggotakan sembilan negara, yaitu, Rusia, China, Amerika Serikat (AS), Bahama, Bhutan, Chili, Namibia, Sierra Leone dan Swedia. Mereka bertugas untuk mempertimbangkan kredensial 193 anggota Majelis Umum PBB.


Dikutip Reuters, menurut beberapa diplomat, komite kemungkinan menunda keputusannya agar bisa mempertahankan dutabesar yang ditunjuk oleh pemerintahan yang digulingkan untuk tetap berada di kursi.

Meski begitu, Ketua Komite yang merupakan Dutabesar Swedia untuk PBB Anna Karin Enestrom menolak berkomentar apakah dutabesar saat ini masih akan mewakili dua negara tersebut.

Taliban merebut kekuasaan pada pertengahan Agustus, kemudian mencalonkan Suhail Shaheen sebagai Dutabesar Afghanistan untuk PBB, menggantikan dutabesar yang ditunjuk pemerintahan yang digulingkan, Ghulan Isaczai.

Sementara itu, junta Myanmar merebut kekuasaan dari pemerintahan yang dipimpin Aung San Suu Kyi dalam kudeta pada Februari. Mereka mengajukan Aung Thurein sebagai utusannya di PBB, menggantikan dutabesar saat ini, Kyaw Moe Tun.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya